Bab 7.

1283 Words
Ceklek! “Kenapa belum tidur?” tanya Aiden yang melihat Jesica duduk di sofa dengan mata sayupnya. “Aku menunggu Tuan Muda minta ini untuk tidur.” Kata Jesica yang langsung duduk saat Aiden bertanya. Aiden berjalan mendekati Jesica dan menggendongnya ala bridal dan menaruhnya di atas ranjang king size. “Lain kali tidak usah menungguku kalau sudah mengantuk seperti ini.” Kata Aiden yang membawa Jesica ke dalam pelukannya. “Hem, baik Tuan Muda.” Jawab Jesica salah tingkah di perlakukan seperti ini sama Aiden. “Tidurlah sekarang!” perintah Aiden. Aiden mematikan lampu kamarnya dan menyisakan lampu tidur untuk pencahayaan sedikit dan mengelus punggung Jesica. Tak berapa lama nafas Jesica sudah mulai teratur. Aiden melepaskan pelan-pelan pelukannya supaya Jesica tidak terbangun dan menatapnya secara seksama. “Cantik” hanya kata itu yang ada dalam benak Aiden saat memperhatikan wajah Jesica. Aiden meninggalkan Jesica di kamar miliknya dan kembali ruang kerja melanjutkan obrolan yang tertunda karena Aiden kembali mengambil ponselnya yang tertinggal di kamarnya itu. “Lix, semua tamu undangan sudah beres?” tanya Aiden pada Felix. “Sudah Tuan Muda.” Jawab Felix. “Tidak ada satupun yang terlewatkan kau yakin?” tanya Aiden. “Saya yakin Tuan Muda.” Jawab Felix dengan percaya diri. “Andrew, aku tidak mau ada media atau siapapun yang meliput pernikahanku nanti. Aku tidak ingin ada orang yang mengabadikan momen ini. Kau cukup paham apa yang harus kau lakukan bukan?” tanya Aiden. “Siap, sesuai perintah Tuan Muda.” Jawab Andrew. “Aku yakin pasti akan orang yang menyusup di acara pernikahanku nanti. Aku hanya berpesan kalau jangan sampai Uncle, Cyra apalagi Jesica terluka karena permainan kecil di hari pernikahanku besok.” kata Aiden. “Baik Tuan Muda, sesuai perintah Tuan Muda.” Jawab Andrew. Flashback On. Aiden baru saja sampai di ruang kerja untuk memeriksa beberapa email, tiba-tiba ada yang mengetuk ruang kerjanya itu. Tok! Tok! Tok! “Masuk!” “Permisi Tuan Muda, Tuan Nolan menghubungi saya mau berbicara dengan Tuan Muda.” Kata Felix memberikan ponselnya kepada Aiden. “Halo Uncle.” Sapa Aiden. “Den, dari tadi Uncle menghubungimu, tapi sepertinya kamu sedang sibuk jadi Uncle menghubungi Felix karena ada sesuatu yang ingin Uncle sampaikan kepadamu.” Aiden merogoh kantong celananya sembari melihat ke kanan dan kiri mencari ponselnya. “Ah, sepertinya ponselku tertinggal di salam kamar Uncle. Ada apa Uncle? Sepertinya hal yang sangat penting sehingga Uncle langsung menghubungi Felix.” “Aiden, felling Uncle sepertinya di antara tamu undanganmu ada yang ingin mencoba bermain denganmu. Uncle belum tahu siapa tapi sebaiknya kau memperketat penjagaan untuk Jesica dan Cyra. Jangan sampai kau kecolongan.” “Pantas saja perasaanku tidak enak sejak aku keluar dari markas.” Batin Aiden. “Baik Uncle, aku rasa Uncle dan Cyra harus segera ke mansionku untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi besok.” “Uncle memang sedang bersiap ke mansionmu sekarang. Tinggal menunggu gadis nakal yang sedari tadi merajuk karena tidak di ikut sertakan mengurus pernikahanmu.” Di ujung telepon Nolan melirik Cyra. “Aku bukan gadis nakal Tuan Nolan Halminton!” kata Cyra dengan suara yang lantang sehingga Aiden masih dengar di teleponnya. Aiden seketika terkekeh kecil mendengar adik kesayangan dan Nolan itu. “Bilang padanya Uncle, aku punya tugas penting untuknya besok pagi. Karena dia yang harus memastikan kalau calon istriku harus terlihat paling cantik dari pagi sampai malam resepsiku.” Cyra merebut pelan ponsel papanya yang sengaja di loudspeaker oleh Nolan supaya Cyra bisa mendengar apa yang Aiden sampaikan untuknya. “Terima kasih karena masih mengingatku Tuan Aiden. Aku akan segera meluncur kesana Tuan Muda.” Cyra memutus teleponnya. Aiden hanya tersenyum lantaran tahu betul kelakuan Cyra seperti apa. “Felix ambil list undangan yang sudah kau sebar itu.” Perintah Aiden. “Baik Tuan Muda.” Sahut Felix. Felix memberikan list tamu yang sudah di berikan Felix undangan untuk pernikahannya itu. Aiden benar-benar mencermati nama tamu undangan itu. “Siapa di antara mereka yang mau bermain denganku?” batinnya. Aiden yang sedari tadi mencoba menelusuri daftar tamu undangannya yang kebanyakan pengusaha bukan kelompok mafia. Yang Aiden undang sudah di pastikan jika Aiden dengan mereka salung menghormati satu sama lain, jadi kecil kemungkinannya kalau mereka yang akan bermain dengan Aiden. “Andrew, aku mau penjaga full dan di perketat lagi. Pasukan inti juga harus siap siaga sewaktu-waktu kalau ada yang ingin bermain di acara pernikahanku! Untuk kau Lix, cermati dan amati seluruh tamu undangan tanpa terkecuali yang memunculkan gelagat aneh dan langsung beritahu Andrew apabila kedapatan mereka ingin bermain-main denganku.” Tegas Aiden dengan nada dinginnya. “Siap Tuan Muda.” “Baik Tuan Muda.” Kata Andrew dan Felix serempak. Merek juga merasakan perbedaan aura Aiden ketika memerintahkannya. Flashback Off. Selesai memerintahkan seluruh apa yang Aiden mau, dia kembali kekamar melihat Jesica yang masih tertidur lelap dengan indahnya di pandangan Aiden. Aiden menarik pelan tubuh Jesica untuk membawanya ke dalam pelukannya. “Eghh!” Jesica yang merasa terusik ini membuka setengah matanya. “Tuan Muda.” Panggil Jesica dengan suara yang masih mengantuk. “Ap aku membangunkanmu?” tanya Aiden lembut menunduk ke arah Jesica yang sudah dalam dekapannya. Jesica hanya mengangguk dan Aiden langsung mengusap lembut punggung Jesica, tidak lama kemudian Jesica kembali tertidur dan Aiden pun ikut terlelap bersama dengan Jesica. *** Pagi menyambut, Jesica yang baru terbangun itu agak kaget melihat wajahnya yang berhadapan dengan Aiden itu. Jesica menatap dengan seksama calon suaminya yang tinggal hitungan jam berubah status menjadi suaminya. “Kamu tampan sekali Tuan Muda.” Kata Jesica dalam hati dengan lirih. Entah kenapa biasanya pagi hari dia selalu bersemangat kali ini tidak. Ada rasa sedih yang melanda melepas masa lanjangnya. Bukan karena tidak bahagia tapi karena dia merasa tidak pantas untuk menjadi istri Tuan Muda yang di berada tepat di hadapannya itu. “Aku tidak yakin sampai detik ini, apa aku pantas untuk bersanding denganmu Tuan Muda tapi satu-satunya yang akan aku berikan kepadamu adalah hidup, hati dan nyawaku.” Gumam Jesica ini terdengar jelas di telinga Aiden yang sedari tadi sudah terbangun merasa ada yang memperhatikannya. Aiden bukan orang yang susah untuk bangun karena dia terbiasa untuk sigap dengan segala kondisi yang ada. Apalagi sebagai seorang pengusaha sekaligus mafia ini banya sekali orang berusaha untuk menjatuhkannya bahkan membunuhnya. “Kau milikku Jesica, selamanya akan seperti itu.” Batin Aiden yang terus menutup matanya. Jesica pelan-pelan melepaskan pelukan Aiden, namun bukannya terlepas Aiden semakin mengeratkan pelukannya. “Mau kemana?” tanya Aiden dengan suara serak khas bangun tidur. Selamat pagi Tuan Muda.” Sapa Jesica, “Aku ingin mandi dan menyiapkan sarapan buat Tuan Muda.” Lanjutnya. “Selamat pagi! Jangan, ada pelayan yang akan menyiapkan sarapan untuk kita. Kembalilah tidur, hari ini pasti akan melelahkan buatmu.” Kata Aiden. “Tuan muda tapi aku tidak bisa tertidur lagi.” Kata Jesica. Aiden akhirnya bangun dan melepaskan pelukannya kemudian dia duduk merebahkan kepalanya di headboard ranjang itu. “Kamu sudah tidak sabar menunggu pernikahan kita?” goda Aiden sambil menatap wajah Jesica. Blushh! Wajah Jesica menjadi merah merona mendengar godaan dari Aiden itu dan dia membuang wajahnya ke sembarang arah. “Hei, wajahmu berubah menjadi tomat.” Ledek Aiden tertawa kecil sambil mengangkat satu tangannya menyentuh wajah Jesica agar ke arahnya. Sungguh Aiden tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini. Biasanya dia bangun dan langsung melakukan segala aktivitas seperti biasa tapi sekarang berubah hanya karena dia merasa ada mainan baru ketika dia bangun di pagi hari. “Tuan muda.” Rengek Jesica yang sangat malu saat Aiden dengan terang-terangan meledeknya. “Setelah kita resmi menikah aku mau rubah panggilanmu kepadaku karena kamu bukan pelayanku!” Titah Aiden. “Baik Tuan Muda.” Kata Jesica. Aiden dan Jesica menuju ruang makan. “Jesica!” ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD