Michelle bangun lebih awal, tepat ketika berkas berkas kelabu mentari fajar menyelinap masuk ke kamarnya. Kehadiran lelaki yang tak biasa ia rasakan di tempat tidurnyalah yang akhirnya membuat Michelle terbangun. Ia terperanjat saat memandang john yang berbaring menelungkup dengan satu dengan dibawah bantal Dan lengan lain terentang diatas tubuh telanjang Michelle.
Betapa mudah nya Ia menyerahkan diri pada john. Pikiran itu menggerogoti Michelle saat Turun Dari tempat tidur dengan hati hati karena tidak ingin membangunkan john. Lelaki itu mungkin butuh waktu tidur lama; yang jelas ia tidak tidur hampir sepanjang malam.
Kaki Michelle terasa gemetar saat berdiri, rasa nyeri dipahanya Dan jauh didalam dirinya seakan menjadi pengingat akan kejadian semalam, seakan ia butuh penekanan akan ingatannya. Empat Kali. John bercinta dengan nya empat kali, Dan setiap Kali kenikmatan itu semakin meningkat. Bahkan saat ini, Michelle sulit percaya bagaimana tubuhnya merespon lelaki itu, melayang liar tak terkendali. Tapi john mengendalikan dirinya Dan Michelle, memeluk tubuh Michelle supaya bergerak sesuai irama yang telah diatur lelaki itu untuk memperpanjang permainan cinta mereka. Sekarang Michelle tahu, semua gossip tentang john tidak di lebih lebih kan, malah bisa jadi baik kemaskulinan maupun kelihaiannya terlalu diremehkan.
Entah bagaimana Michelle harus menerima kenyataan tidak menyenangkan bahwa ia sudah membiarkan dirinya menjadi salah satu korban kencan semalam john yang terbaru. Hal paling berat yang harus dihadapinya bukan fakta bahwa ia telah jatuh dengan mudah kedalam rayuan lelaki itu, tapi penyesalan mendalam karena kenikmatan itu tidak abadi. Oh.. John mungkin kembali .. Tapi ia tidak akan menatap dengan nya. Pada waktu nya nanti, john akan bosan Dan mengalihkan tatapan predator nya pada wanita lain, sebagai mana yang telah dilakukan lelaki itu selama ini.
Dan Michelle akan terus mencintai lelaki itu, seperti yang dilakukan nya selama ini.
Tanpa suara Michelle mengeluarkan pakaian dalam bersih Dari lemari Dan jubah mandi Dari kamar mandi, tapi ia pergi ke kamar mandi dilantai bawah. Ia tidak ingin suara air membangunkan john. Saat ini, ia butuh waktu untuk sendiri, untuk kembali menenangkan diri sebelum akhirnya harus menghadapi lelaki itu lagi. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan maupun lakukan.
Air panas yang menyengat, mengguyur sebagian rasa pedih Dari otot otot nya, meskipun tiap Kali bergerak ia masih merasa sedikit sakit yang mengingatkannya pada kekuatan john. Selesai mandi, Michelle berjalan ke arah dapur Dan mulai menyiapkan kopi. Michelle sedang bersandar di lemari makan mengamati butiran butiran gelap itu menetes ke teko kopinya ketika suara mesin Mobil menarik perhatian nya. Ia menoleh Dan memandang ke luar jendela, Michelle melihat dua Mobil pick up Dari peternakan john memasuki pekarangannya. Orang orang yang kemarin datang keluar Dari Mobil Mobil itu; salah satu lelaki itu melihat Mobil john Yang diparkir didepan rumah Michelle Dan menyenggol temannya sambil menunjuk Mobil john. Bahkan Dari jarak sejauh itu, Michelle bisa mendengar tawa Samar pada lelaki itu, Dan tidak sulit bagi nya untuk membayangkan apa yang mereka bicara kan. Si bos berhasil lagi. Dan cerita itu akan tersebar ke seluruh penjuru daerah dalam waktu 24 jam. Seperti kebanyakan lelaki lain, mereka tentu bangga sekaligus iri pada petualangan cinta bos mereka, Dan mereka akan menceritakan kisah itu berulang ulang.
Dengan tubuh seakan lumpuh Michelle kembali mengalihkan perhatian nya ke kopi. Ia menuang kopinya kecangkir besar, lalu menempelkan jari jarinya yang dingin di sekeliling cangkir hangat itu. Pasti rasa guguplah yang membuat tangannya begitu dingin. Tanpa suara, Michelle naik ke lantai atas Dan menengok ke tempat tidur nya, melihat apakah john masih tidur.
John ternyata sudah bangun, seperti nya baru saja. Lelaki itu menopang tubuh dengan satu siku Dan menyisirkan jemari ke rambut hitam nya yang berantakan, kedua matanya menyipit ketika membalas tatapan tenang Michelle. Jantung Michelle tiba tiba terasa sakit. John tampak seperti lelaki berandalan, dengan rambut berantakan, rahang tampak gelap oleh bakal janggut yang mulai tumbuh, dadanya Yang telanjang kecoklatan Dan berotot, yang tidak mungkin dimiliki pebisnis. Michelle tidak tahu apa yang ia harap akan terlihat dalam ekspresi wajah lelaki itu: hasrat mungkin, bahkan masih sayang. Tapi apapun yang ingin dilihatnya tidak ada disana. Sebaliknya, wajah lelaki itu masih tampak sekeras biasanya, menilai penampilan Michelle dengan tatapan tajam yang membuat Michelle salah tingkah. Michelle bisa merasakan jika john menunggu nya bergerak atau mengatakan sesuatu
Kedua kaki Michelle agak goyah, tapi ia berhasil berjalan masuk kekamar tidur tanpa menumpahkan kopinya. Suaranya hanya sedikit tegang. "Selamat, semua gossip itu kurang mencerminkan kekuatan mu yang sesungguhnya. Wah wah, kau memang hebat, saat tekad mu sudah kuat untuk mendapatkan wanita, aku bahkan sama sekali tidak berfikir untuk berkata tidak. Sekarang kau bisa pulang Dan menambah satu coretan lain di tiyang tempat tidur mu."
Kedua mata john menyipit.dia duduk tegak, mengabaikan selimut yang jatuh Dari pinggangnya, lalu mengulurkan tangan untuk meraih cangkir kopi itu. ketika Michelle memberikan cangkirnya, john memutar cangkir itu Dan minum di tempat Michelle minum sebelumnya. Setelah itu ia mengembalikan cangkir itu kepada Michelle, sambil terus menatap mata Michelle.
"Duduk lah"
Michelle meringis mendengar suara john yang sedikit berat Dan serak, suara kelaki yang baru bangun tidur. John melihat hal itu Dan meraih pergelangan tangan Michelle, hingga kopi di cangkir nya nyaris tumpah. Dengan lembut tapi tegas, john menarik Michelle hingga terduduk dihadapannya di tempat tidur.
Lelaki itu tetap menggenggam pergelangan tangan Michelle. "Asal kau tahu, aku tidak pernah membuat coretan di tiang tempat tidurku. Itukah yang membuat mu terbangun subuh tadi?"
Michelle mulai menarik diri lagi. Wajah john berubah muram ketika memandang Michelle, mencoba membaca ekspresi wanita itu. Ia masih ingat ketakutan Michelle semalam, Dan bertanya Tanya siapa yang telah membuat Michelle ketakutan seperti itu. Api amarah kembali membara membayangkan seorang b******n telah menyiksa Michelle di tempat tidur, menyakiti wanita itu. Wanita selalu dengan ketika mereka bercinta, apalagi Michelle sama sekali tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri. Aku harus membuat nya bicara, Karena kalau tidak, ia akan menutup diri padaku selamanya, pikir john. "Sudah terlalu lama kau tidak merasakan nya bukan?"
Sekali lagi Michelle sedikit mengangkat bahu, seakan bersembunyi di balik gerakan itu. Dan sekali lagi john menyelidik, mengamati wajah wanita itu. "Kau tidak menikmati seks sebelum ini". Itu pernyataan bukan pertanyaan.
Akhirnya Michelle melirik john, tampak waspada Dan penuh kebencian. " apa yang kau ingin kan, Surat rekomendasi? Kau tahu Persis kemarin Kali pertama aku.... Menikmati nya"
"Kenapa kau tidak menyukainya sebelum ini?"
"Mungkin aku hanya perlu tidur dengan stud" kata Michelle dengan asal asalan
"Sial, jangan bicara seperti itu," sergah john gusar. "Siapa yang telah menyakiti mu? Siapa yang membuat mu takut seks?"
"Aku tidak takut", sangkal Michelle, kesal membayangkan ia mungkin membiarkan Roger membuat nya menyimpang sejauh itu. " hanya saja.. Well, sudah terlalu lama, Dan kau lelaki yang sangat besar...." Suara Michelle memudar Dan mendadak wajahnya merah padam, mengalihkan matanya Dari john.
John memandangi Michelle dengan seksama, memikirkan apa saja yang diketahuinya tentang wanita itu semalam Dan pagi ini. Sungguh ajaib Michelle tidak memukul dan merontokkan giginya karena telah mengajukan penawaran menjadi kan wanita itu sebagai simpanannya sebagai pelunasan hutang. Hal itu juga membuat john bertanya Tanya mungkin apa yang dibicarakan Orang tentang peran Michelle dalam perceraian Mike Webster terlalu di besar besar kan. Bagaimana pun juga wanita yang tidak menikmati seks biasanya tidak gampangan.
John senang bahwa tidak ada lelaki lain Yang memuaskan Michelle seperti dirinya, perasaan ini murni sikap posesif. Hal itu memberi kekuatan pada john atas Michelle. untuk tetap mempertahankan wanita itu disisinya. John akan menggunakan semua senjata yang dimilikinya, karena semalam ia menyadari ia tidak mungkin membiarkan wanita itu pergi darinya. Michelle bisa jadi angkuh, pemarah Dan keras kepala, wanita itu bisa dimanja dengan mudah Dan menerima perlakuan itu sebagai sesuatu Yang wajar, meskipun john nyaris berfikir memang sudah sewajarnya Michelle dimanjakan. Wanita itu sombong Dan sulit, selalu membangun dinding batu tinggi disekelilingnya untuk menjaga jarak Dari john-seperti putri raja Yang selalu menjaga jarak Dari rakyat jelata- tapi john benar benar kecanduan wanita itu. Ketika mereka bercinta, mereka bukan lagi putri raja Dan rakyat jelata; mereka lelaki Dan kekasihnya, menggeliat Dan meregang bersama, mengerang dalam kenikmatan. John tidak pernah merasa begitu lapar akan seorang wanita seperti ini, gairahnya begitu panas hingga john merasa tidak ada sesuatu atau seorang pun Yang bisa memisahkan nya Dari Michelle.
Michelle tampak nya menganggap kejadian semalam sesuatu Yang sangat biasa bagi john, sering terbitnya matahari akan berahir. Tapi Michelle akan terkejut. Sekarang setelah Michelle memberikan diri, john tak akan pernah melepaskan nya. John sudah belajar cara mendapatkan Dan mempertahankan apa yang menjadi haknya. Bahkan kerja keras nya selama bertahun tahun untuk menjadi kan peternakan nya peternakan terbesar di seantero Florida sama sekali tidak ada artinya dibandingkan perasaan posesif yang begitu kuat dirasakannya terhadap Michelle.
John melepaskan pergelangan tangan Michelle, yang langsung berdiri Dan menjauh. Michelle menghirup kopi Yang sejak tadi dipenganya, tatapan nya beralih kejendela. "Pada pekerjaan langsung heboh ketika melihat Mobil mu masih disini pagi ini. Aku tidak tahu mereka akan kembali hati ini. Kukira mereka sudah memasang pagarnya kemarin."
Tanpa mempedulikan ketelanjangannya john melempar selimut Dan Turin Dari tempat tidur. "Mereka belum selesai. Mereka akan menyelseaikan nya hari ini, kemudian memindahkan ternak mu ke padang Timur besok pagi." John menunggu, kemudian berkata lagi dengan tenang. "Apakah kau terganggu kalau mereka tahu?"
"Menjadi bahkan tertawa an sambil minum bir memang membuat Ku terganggu. Mungkin topik itu akan semakin memulas reputasimu, tapi satu satunya relutasi yang kudapat hanya lah sebagai salah satu Dari deretan panjang teman kencan semalam bagimu."
"Well, semua orang akan tahu yang sebenarnya saat kau pindah Dan tinggal bersama Ku, bukan?" Tanya john angkuh sambil berjalan ke kamar mandi. "Berapa lama yang kau butuh kan untuk mengemas barang barang mu?"
Terparangah, Michelle berbalik dengan cepat untuk memelototi john, tetapi lelaki itu sudah menghilang ke kamar mandi. Terdengar suara air mengalir. Tinggal bersama lelaki itu?. Lelaki itu benar benar lancang! Sambil duduk di tepi tempat tidur, memandangi pintu kamar mandi Dan menunggu lelaki itu muncul kembali, Michelle berusaha melawan rasa tidak enak yang seakan meluncur dengan cepat menuruni bukit terjal.kendali atas hidup nya sendiri terlepas Dari tangannya, fan Michelle tidak tahu apakah ia bisa menghentikan semua ini. Masalah nya bukan hanya sikap John yang terlalu mendominasi, meskipun sikap nya memang begitu; tetapi masalah nya adalah-meskipun ia ingin ini berubah-sejauh menyangkut john Rafferty, ia terlalu lemah. Michelle ingin bisa menghampiri lelaki itu Dan membiarkan dengan dengan kuat itu memeluknya, bersandar di d**a john, Dan membiarkan lelaki itu menangani semuanya. Michelle merasa begitu lelah, secara fisik maupun mental. Tapi kalau john dibiarkan mengambil alih sepenuhnya, apabyang akan terjadi saat lelaki itu sudah bosan pada nya? Michelle akan kembali di posisi semula,tapi masalah nya bertambah dengan hati yang hancur.
Suara air shower berhenti, bayangan lelaki itu terbentuk dalam pikiran Michelle: tubuh berotot, telanjang, Dan meneteskan air. Mengeringkan diri dengan handuk. Memenuhi kamar mandi Michelle dengan aroma tubuh Dan kehadirannya yang maskulin. John tidak akan tampak tak berarti Dan konyol dalam kamar mandi berwarna merah jambu Dan putih itu, Dan lelaki itu juga tidak terganggu karena harus mandi dengan sabun beraroma semerbak. John begitu maskulin, hingga lingkungan yang sangat feminin hanya akan mempertegas kemaskulinannya itu.
Michelle mulai gemetar mengenang kembali semua yang dilakukan john semalam, perasaan yang ditimbulkan lelaki itu dalam dirinya. Michelle tidak pernah tahu bahwa tubuhnya bisa mengambil alih seperti itu, bahwabia bisa begitu menikmati dimiliki orang lain. Meskipun istilah lelaki dapat "memiliki" wanita secara fisik sudah kuno, tetapi itulah yang terjadi. Michelle merasakan nya secara naluriah Dan mendalam, sensasi itu meresap sampai ketulang tulangnya.
John berjalan keluar Dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang bertengger rendah di pinggulnya, kain tebal yang lembut berwarna putih itu tampak kontras dengan kulit perut john yang kecoklatan terkena sonar matahari. Rambut Dan kumis lelaki itu masih berkilat kilat basah, begitu pula bahu Dan bulu bulu ikal dadanya yang bidang, bibir Michelle langsung kering. Rambut d tubuh lelaki itu mengikuti pola pohon kehidupan, dengan gumpalan bulu dibawah ketiak Dan bulu bulu ikal di d**a bidang nya, mengikuti garis menyempit menuruni perutnya sebelum akhirnya kembali menyebar di bawah. Tubuh lelaki itu sejojoh atlet trilomba, Dan Michelle disergap keinginan kuat untuk menyentuh tubuh lelaki itu, menyapukan tangannya disekujur tubuh lelaki itu.
John memandang Michelle tajam. "Berhentilah mengulur umur waktu, Dan segeralah berkemas."
"Aku tidak mau pergi" Michelle berusaha terdengar tegas, Dan kalau pun suaranya tidak selantang harapannya, setidaknya suaranya tidak gemetar.
"Kau akan malu kalau kau tidak mengenakan apa apa selain jubah itu ketika aku membawa mu ke rumah Ku." John memperingatkan dengan halus.
"John......" Michelle terdiam, kemudian menggerakkan tangannya dengan frustasi. "Aku tidak mau terlihat dengan mu"
"Sudah agak terlambat utuk itu sekarang," sahut john blak blakan.
"Aku tahu." Bisik Michelle "kejadian semalam seharusnya tidak pernah terjadi"
"Sialan, Michelle, apa yang terjadi semalam seharusnya sudah terjadi bertahun tahun lalu." Dengan kesal john menjatuhkan handuknya ke lantai Dan memungut celana dalamnya. "Tinggal bersama Ku merupakan satu satunya tindakan paling masuk akal untuk dilakukan. Aku biasa bekerja dua belas jam sehari, terkadang lebih. Kadang kadang aku tidak tidur semalaman. Selain itu masih ada pembukuan Yang harus Ku kerjakan malam nya. Sial, kau tau sendiri apa Yang harus dilakukan untuk mempertahankan peternakan. Kapan aku bisa datang Dan bertemu dengan mu? Sekali seminggu? Aku tidak mau bercinta kilat sekali seminggu seperti itu."
"Bagaimana dengan peternakan Ku? Siapa yang akan mengurusnya sementara aku selalu siap sedia tiap Kali kau mendapatkan dorongan utuk itu."
John tertawa pendek. "Sayang, kalau kau berbaring tiap Kali aku mendapatkan dorongan utuk itu bisa bisa kau akan terus berbaring sampai tahun depan. Aku selalu terangsang tiap Kali melihat mu."
Tanpa sadar mata Michelle meluncur menuruni tubuh john, dan gelombang panas melandanya ketika melihat bukti kata kata lelaki itu. Michelle segera mengalihkan pandangannya, menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak kering. "Aku harus mengurus peternakan Ku" pulang Michelle keras kepala, seakan kata katavitu mantra gaib yang akan membantunya manjauhkan lelaki itu Dari nya.
John memakai celana panjang nya, ketidak sabaran membuat garis garis di sudut bibirnya tampak makin dalam. "Aku akan mengurus kedua peternakan ini. hadapilah, Michelle, kau butuh bantuan. Kau tidak bisa melakukannya sendirian."
"Mungkin tidak, tapi aku harus mencoba. Tidak kan kau mengerti?" Keputusasaan mewarnai suaranya. "Aku tidak pernah bekerja, tidak pernah melakukan apapun untuk menyokong diri Ku sendiri, tapi aku berusaha belajar untuk itu. Lalu kau tiba tiba menggantikan peran ayah ku Dan mengambil alih semuanya, menangani semuanya sendiri, tapi apa yang akan terjadi pada Ku jika kau sudah bosan dan pindah ke pelulan wanita lain? Aku masih tetap tidak tahu cara menyokong hidup Ku sendiri !"
Gerakan john berhenti saat menutup ritsleting celana panjang nya, menatap Michelle dengan tajam. b******k, memang nya Michelle pikir apa yang akan dia lakukan, melempar wanita itu begitu saja keluar pintu sambil berkata 'kita sudah bersenang senang, tapi aku sudah bosan dengan mu sekarang.' Ia akan memastikan Michelle bisa mandiri hingga peternakan ini bisa berfungsi Dan menguntungkan, sampai tiba saat nya ia memandang Michelle Dan tidak menginginkan wanita itu. John tidak bisa membayangkan nya. Hasratnya akan Michelle bagaikan lidah lidah api putih Yang panas membakar, kadang mereda, tapi tak pernah benar benar padam, senantiasa memanaskan pikiran Dan tubuhnya. John sudah menginginkan Michelle sejak wanita itu masih 18 tahun Dan terlalu muda untuk menangani lelaki seperti dirinya, Dan ia menginginkan Michelle sekarang.
John mengendalikan amarah nya Dan berkata "aku akan mengurusmu."
Michelle tersenyum sinis. "Tentu". Berdasarkan pengalaman nya, orang selalu mengurus diri ya sendiri. Orang tua roger melindungi anak nya supaya kegilaan putranya itu tidak memicu skandal yang akan menghancurkan nama keluarga mereka. Ayah Michelle sendiri meskipun sangat menyayanginya, telah mengabaikan nya saat ia memohon oertokongan karena tidak suka memikirkan putri nya tidak bahagia makan jauh lebih nyaman bagi ayahnya untuk berabggapan bahwa Michelle hanya membesar besar kan masalah. Pengaduan yang diajukan Michelle menguap karena beberapa hakim berfikir lebih baik bekerja sama dengan keluarga Beckman yang berkuasa. Mengurus rumah tangga roger pura pura tidak tahu karena menyukai pekerjaan nya yang enak Dan bergaji tinggi di rumah itu. Michelle tidak menyalahkan mereka, tapi ia sudah belajar untuk tidak pernah mengandalkan bantuan atau pun memercayakan hidup nya kepada orang lain.
John menyambar kemejanya yang tergeletak di lantai, wajahnya tampak gelap oleh amarah. " kau mau perjanjian tertulis?"
Dengan letih Michelle menghusap husap dahinya. John tidak biasa dilawan saat memerintah orang. Kalau Michelle mengatakan ya, berarti ia menegaskan anggapan lelaki itu tentang dirinya pada awalnya, bahwa tubuhnya bisa di beli. Mungkin john bahkan menginginkan nya berkata ya, dengan begitu ia sepenuhnya berada dibawah kekuasaan lelaki itu, bisa dibeli Dan langsung dibayar. Tapi, Michelle hanya berkata. "Tidak, bukan itu yang aku ingin kan."
"Kalau begitu apa Yang kau ingin kan, sialan?"
Hanya cinta john. Menghabiskan seluruh sisa hidup nya bersama lelaki itu. Itu saja.
Bagai pungguk merindukan bulan.
"Aku ingin melakukannya sendiri."
Ekspresi keras itu memudar Dari wajah john. "Kau tidak bisa". Keyakinan membuat kata kata john melecut Michelle
" aku bisa mencoba"
Sialnya john menghargai keinginan Michelle untuk mencoba, sekali pun secara fisik Dan logika bisa di bilang Michelle tak akan bisa. Wanita itu tidak cukup kuat untuk mengerjakan semua pekerjaan yangvharus dilakukannya, Dan ia juga tidak memiliki sumber keuangan yang dibutuhkan untuk itu. Michelle me mulai semuanya Dari lubang Yang begitu dalam sehingga dia sudah pasti gagal sejak awal. Michelle harus membanting tulang, mungkin malah akan terluka, tapi pada akhirnya semuanya nanti akan kembali ke titik awal, Dan Michelle membutuhkan seseorang untuk membantunya. Satu satunya yang bisa dilakukan john adalah menunggu, mencoba menjaga wanita itu, Dan siap mwnilong kapan pun semuanya hancur berantakan di sekeliling wanita itu. Saat itulah Michelle akan bersandar pada bahu yang kuat dengan senang hati, mengambil tempat dalam kehidupan yang memang sudah ditakdirkan untuknya.
Tapi john tidak akan mundur Dan membiarkan Michelle berpura pura tidak ada yang terjadi di antara mereka semalam. Wanita itu miliknya sekarang, Dan Michelle harus memahami itu sebelum ia meninggalkan rumah ini. Pemahaman itu harus mendarah daging dalam diri Michelle, sebagai mana hal itu mendarah daging dalam dirinya sendiri. Mungkin diperlukan pelajaran pada siang hari bolong, supaya Michelle mempercayai hal itu. John menjatuhkan kembali kemejanya Dan perlahan lahan mulai membuka kembali ritsleting celananya sambil terus memandangi Michelle. Saat ia pergi nanti, ia akan meninggalkan sentuhannya di tubuh Dan mulut wanita itu. Dan Michelle pun akan mengecapnya, merasakan nya, Dan memikirkan nya tiap Kali wanita itu naik ke tempat tidur tanpa nya.
Mata hijau Michelle membelalak lebar, pipinya merona merah. Dengan gugup Michelle melirik ke atas tempat tidur, lalu pada john lagi.
Jantung john mulai berdegup kencang Dan berat dalam d**a nya. Ia ingin merasakan p******a Michelle yang penuh itu dalam genggamannya lagi, merasakan puncak puncaknya yang mengeras di dalam mulut nya. Michelle membisikkan namanya saat john membiarkan celana panjang nya melorot ke lantai Dan berjalan ke menghampiri Michelle. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Michelle yang begitu ramping hingga john takut akan melukai wanita itu seandainya ia tidak berhati hati.
Saat ia membungkuk ke arahnya, Michelle menengadah ke belakang seakan kepala nya terlalu berat untuk disangga lehernya. John segera mengambil kesempatan ketika leher wanita itu terbuka untuknya. Bibir john terasa panas membakar di sepanjang lehernya. Michelle ingin menyangkal kekuatan apa Yang telah terjadi, tapi tubuhnya merespons john dengan antusias, meregang dalam pelukan John, mencari kenikmatan luar biasa yang diberikan lelaki itu semalam. Michelle tak lagi terlindung ketidaktahuan. Lelaki itu membuatnya kecanduan, Dan Michelle terlanjur mengalami ketergantungan. Saat john membawanya berbaring di tempat tidur, melingkupi tubuh Michelle dengan tubuh telanjang nya yang panas, tak sekali pun Michelle berfikir untuk menyangkal lelaki itu atau pun dirinya sendiri.