Hamil? Anak Lansa? Yiska menunduk, menatap perutnya yang masih rata, kemudian reflek mengelusnya, seolah mencari jawaban, benarkah kesimpulan bibi Aruma. Yiska kembali mendongak, menatap Bibi Aruma dengan pandangan penuh tanya, seolah tak percaya dengan kesimpulan bibi Aruma. “Benarkah saya hamil?” Bibi Aruma mengangkat bahu. “Bibi juga tidak bisa memastikan. Akan lebih pasti jika kita memeriksakannya pada dokter Jack. Kebetulan besok beliau ada kunjungan rutin ke lembah sini. Kita bisa menanyakannya.” Yiska gamang, tak tahu harus senang atau sedih. Gadis itu kembali meraba perutnya yang masih terlihat datar. Senyum kecil tersungging tak sengaja ketika membayangkan akan ada bayi indian di dalam perutnya. “Apa yang terjadi, Yiska?” Lansa masuk ke bilik dengan tergesa, karena Leti m

