“Apakah kedatangan kita nanti tidak mengundang kemarahan warga karena cerita peristiwa bertahun-tahun yang lalu itu, Zonta?” Zenna bertanya pada Zonta ketika kuda yang mereka kendarai berjalan pelan, memasuki perbatasan Cherokee. “Kita tidak datang untuk menetap, Bu. Kita hanya datang berkunjung sesuai dengan undangan Tuan Lansa dan Nyonya Yiska beberapa waktu lalu.” Zonta menoleh pada Zenna, mengangguk untuk mengikis keraguan Zenna. Perempuan itu mengangguk dan mereka meneruskan perjalanan memasuki kampung. Namun Zenna merasa heran ketika mendapati kampung terlihat sepi malam ini. Hanya lampu-lampu kecil yang menyala dari dalam rumah-rumah milik warga. Padahal biasanya akan banyak perapian dinyalakan di halaman rumah warga. “Mengapa kampung ini demikian sepi, Zonta?” tanya Zenna sembar

