Di Bar

1241 Words
"Beberapa semut memiliki kemampuan untuk bereproduksi secara seksual dan aseksual. Dalam kasus semut tukang kayu hitam biasa, telur yang dibuahi akan menjadi pekerja wanita, sedangkan telur yang tidak dibuahi menjadi jantan". "Mycocepurus smithii, spesies semut pemanen jamur yang tersebar di seluruh wilayah Neotropis, diyakini sepenuhnya aseksual di sebagian besar populasinya. Sebelum penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, semut ini dianggap sepenuhnya aseksual. Ini cukup mengesankan mengingat semut yang paling banyak tersebar dan terpadat dari semua semut yang menumbuhkan jamur". "Berita ini diambil di halaman SINDOnews.com pada oleh dengan judul 5 Hewan yang Bisa Berkembang Biak Sendiri, Nomor 3 Semua Betina". Suara pembawa acara di channel animal planet memenuhi penjuru kamar Citra. Citra menonton acara itu dengan sangat antusias "Nah kan semut saja bisa, masa gue enggak" "Beda nya semut bisa bikin sendiri, kalo gue gak bisa" Ia mulai membayangkan jika dirinya menjadi semut. Handphone nya lagi- lagi berdering. Ia melirik sebentar lalu mulai menghiraukan nya. Setelah kejadian memalukan waktu itu ia tak pernah mau mengangkat telfon dari Nico, ia marah pada nya. Lagi- lagi handphone nya bergetar banyak notif yang masuk ia mulai melihat satu- persatu. Nico maafin gue, maafin pacar gue juga please Nico panggilan tak terjawab (30) Vivi nyusul gak ? Gue di Papa club. Sendiri nih *send picture* Citra membuka chat Vivi dan membalasnya "Oke". Dari pada ia hanya tidur dirumah lebih baik ia keluar menghirup udara luar, dirumah malah membuatnya semakin tidak mood. Mungkin dijalan ia akan menemukan Pria baik yang mau membantu nya,itu adalah ide yang bagus untuk saat ini ! Dengan semangat ia bergegas mengganti pakaian nya dan menyambar kunci mobilnya. . . . Suara musik disco terdenga menyenangkan di telinga Citra. Sudah lama ia tidak merasakan euforia seperti malam ini, ia mulai menari pelan. Ia mengedarkan pandangan nya di seluruh bar, lalu menemukan Vivi duduk di meja nomer 16. Terlihat ia sedang sendiri meminum cocktail nya. Citra mulai menarik kursi duduk disebelah Vivi. "Ada apa ?" "Cittt gue lagi berantem sama Rocky" ucap Vivi muka nya merengut. "Itu mah biasa, kenapa lu berantem ? Rocky gak bisa diajak jalan ? Atau lu ketauan selingkuh?" "Enak aja gue gak pernah selingkuh! Gue cuma berteman aja sama temen- temen gue yang kebetulan kebanyakan cowok! mantan- mantan gue aja yang lebay" ucap Vivi membela diri. "Giliran pas pacar lu gak sengaja ketemu terus disapa temen ceweknya, langsung deh keluar setan dalam diri lu" Citra mengingatkan Vivi peristiwa tiga hari yang lalu Ketika sedang kencan di mall Rocky di sapa oleh klien wanita nya. Mereka sama- sama akan menonton film, mereka mulai mengobrol dan hanya mengobrol sekitar tiga menit. Dan sepanjang film dimulai Vivi bahkan tak berbicara sedikit pun dengan Rocky. "Bukan. Kali ini gue rasa feeling gue bener Cit, lu tau kan gue sesuka itu sama pacar gue kali ini." "gue tau" "nah gue sengaja pasang applikasi pasangan di handphone dia, nah gua liat gps dia berhenti dong di hotel" ucap Vivi dengan mata berkaca- kaca. "Lu kan tau pacar lu sering ketemu klien" "Tapi pas gue telfon gak di angkat Cit, pas gue chat katanya dia lagi dirumah" " mungkin klien nya cewek dan dia gakmau lu marah lagi, dia sayang sama lu kali. Udah deh jangan mikir aneh-aneh" Citra mengelus lengan Vivi. "Hmmm gue gak tau tapi thanks Cit setidaknya gue bisa lebih lega setelah cerita sama lu. Tapi gue tetep gakbisa seratus persen percaya sama Rocky lagi" ucap Vivi, ia memesan minuman lagi. "Yuk minum udah lama kita gak battle minum ini" Citra menimbang- nimbang ajakan Vivi, sudah lama ia tak minum saat dirinya galau ia hanya mengunci diri di kamar lalu makan, lalu mulai menonton drama korea padahal sebelumnya dia membenci drama namun sekarang menjadi candu walau tak secandu dulu. "Baiklah ! tapi aku hanya minum sedikit aku tak mau mabuk" "Aku juga! cheers untuk mu" ucap Vivi lalu mulai mengangkat gelas, Citra mengikuti. "Cheers" Malam semakin larut namun kedua wanita itu masih bertahan dengan minuman nya, mereka sangat kecanduan minuman beralkohol malam itu. Tanpa mereka sadari itu lah awal yang akan mengubah kehidupan mereka selanjutnya. . . . Pria berambut hitam legam sedang masuk ke dalam bar malam ini ia ingin sedikit bersenang- senang, ia akan minum dengan teman- teman klub basket semasa kuliah dulu. "Gue disini Ko" teman Chiko bernama Frans berteriak memanggil Chiko untuk mengajakan nya bergabung. Tiga orang pria dan satu wanita mulai mengobrol tentang masa- masa mereka saat masuk ke klub basket. Pandu teman Chiko yang sekarang bekerja menjadi guru mulai bercerita tentang murid- murid perempuan nya yang sering meminta nya mengantarkan pulang. "Gila anak- anak sekarang sangat agresif , mereka terang- terangan bilang naksir sama gue" "Dan pernah saat gue kebagian jaga di UKS ada anak nama nya Fika beeuhh badan nya seksi banget bro. Dia berani goda gue, gue akui gue sedikit tergoda ngeliat dia buka bajunya. Tapi jiwa keguruan gue langsung menyadarkan gue" ucap nya sedikit bangga. "haha sayang banget kenapa gak lu sikat aja" Frans mencoba menggoda Pandu. "Itu ilegal bro bisa- bisa temen lu ini di pecat" ucap Chiko sambil menghisap rokoknya. "Eh btw lu udah cewek belum si Ko?" kini Windy yang sedari tadi menatap Chiko memulai pembicaraan. "Belum" ucap Chiko sambil meminum mocktail nya. Ia mulai melihat ke arah meja lain seperti nya ia kenal dengan dua orang wanita yang sedang menuju ke arah lantai dansa. Mata nya terus mengikuti salah satu wanita berambut panjang, wanita itu sedang menari-nari bahkan tidak sadar ada laki- laki yang ingin mendekati nya. "Gak mau sama gue aja ?" Windy mulai meluncurkan rayuan nya. Belum sempat Chiko menjawab dengan tak sadar ia mulai turun dan menyentak tangan laki- laki yang akan menyentuh Citra. "Jangan sentuh" ucap Chiko, mata nya menatap tajam ke mata laki- laki didepannya. "Emang dia pacar lu, gue liat lu tadi duduk disana bukan sama cewek ini?" laki- laki itu menatap balik dengan berani. Citra mulai memperhatikan mereka "Lah pak bos, aduh aku malu sama pak bos" Citra menunjuk- nunjuk Chiko lalu menutupi muka nya, mukanya sangat merah. "Tuh dia kenal gue, pergi sana! " Laki- laki itu pun mendecih lalu segera pergi dari sana, mencari mangsa lain. "Pak bos lu ganteng banget sih tapi sayang.." Citra tak menyelesaikan kata- kata nya, ia mulai menunjuk- nunjuk ke seseorang. "Eh eh itu kan pacar teman gue, eh itu pacar lu datang ngejemput lu tuh. Vivi bangun vi" Citra menampar- nampar pipi Vivi berharap sahabat nya bangun. Vivi yang berdiri diam lalu mulai membuka matanya namun segera menutupnya kembali. "Lah nih cewek! Makanya jangan bangun eh jangan mabuk! Lu sih banyak banget minum nya" Citra mulai meracau lagi. Chiko yang melihat orang yang ditunjuk- tunjuk Citra,ia melihat Rocky sedang menggandeng seorang wanita lalu mulai menciumnya. Ia tidak kaget melihat tabiat teman nya itu, sedari dulu Rocky memang seorang playboy. Ia kira teman nya sudah tobat ternyata belum. Ia segera menghampiri Rocky lalu menariknya tanpa melihat wanita yang dibawa teman nya sedikit kaget. "urusin pacar lu dia mabuk" ucap Chiko sambil menunjuk Vivi yang sedang menari asal sambil tertidur. "tapi gue.."Rocky kaget melihat Vivi disana, namun sedikit lega melihat nya tak sadar. Lalu Rocky melirik ke arah wanita yang sedang bersama nya, wanita itu mengerucutkan bibirnya tanda sebal. "lu harus milih , gue bakal urusin temen nya. Lu urusin pacarlu" Rocky pun mengikuti langkah Chiko ia mulai memeluk, lalu menggandeng Vivi mengajaknya pulang. Sedangkan Chiko mulai menggendong Citra seperti cinderela. Pandu, Frans dan Windy terkejut melihat tingkah temannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD