Konfrontasi Hati

1842 Words

“Ehm.” “Pagi, Mir.” “Hati-hati.” “Jangan kebanyakan nunduk. Kalo nabrak kan bahaya.” “Tanahnya indah ya, Mir? Sampai gak bosan lihatnya,” Wirdan mencibir. Cerewet, gumam Mira namun hati terkekeh geli. Siapa yang gak geli coba? Lelaki yang memintanya menjauhinya kemarin-kemarin, hari ini sibuk me-ngomentari apa saja yang dilakukannya seharian ini di kampus. Bahkan hal itu terjadi setelah kejadian di danau berhari-hari yang lalu. Ia heran. Walaupun diacuhkan, namun lelaki ini masih saja menganggunya. Mulutnya tak bisa puasa sedetik pun ketika berada di dekatnya. Padahal dulu sangat enggan bicara kepadanya. Tapi sayangnya, luka dihati itu tak mudah disembuhkan. Tidak seperti luka fisik. Ia malah diam mengacuhkan. Namun Wirdan tak menampakan kata menyerah. “Matkul apa sekarang?” “Ooh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD