Melamar

1138 Words

Anjani dan Juna terperanjat. Mereka sama-sama berdiri. “Mama, Papa? Kenapa kalian tau kalau aku ada di sini?” Juna berjalan mendekati kedua orangtuanya. “Bian yang memberitahu mama dan Papa. Mana cucu mama?” Janetta mendekati Anjani. Anjani semakin menunduk sembari memilin jemarinya. Perasaannya sangat tidak menentu, karena ini untuk yang pertama kalinya dia bertemu secara langsung dengan kedua orangtua Juna. Janetta mengangkat dagu Anjani agar mendongak. Matanya berkaca-kaca sambil memandangi wajah Anjani. Lalu dia langsung memeluknya. “Anjani, menantuku. Syukurlah kamu sudah berhasil ditemukan, Nak. Tidak tahu kah kamu, betapa menderitanya Juna selama ini karena selalu mencarimu.” “Tolong maafkan kesalahannya di masa lalu. Tapi sekarang dia sudah sangat berubah. Dia sudah tobat dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD