Menikah

1058 Words

Hening … Anjani tidak langsung menjawab. Dia tampak duduk dengan gelisah. Ini sungguh merupakan pilihan sangat sulit, yang selalu membuatnya serba salah dan dilema. Anjani seperti makan buah Simalakama. Jika dia menolak, maka masa depan dan kebahagiaan kedua anaknya yang dipertaruhkan. Namun, jika dia menerimanya, maka dia yang akan nenderita, sebab traumatiknya sangat mendalam. “Anjani, tolong jawab, Nak. Tolong beri kepastian kepada kami, agar kami tenang.” Janetta menatap sendu. “Pernikahan kalian akan dilangsungkan dengan sangat mewah dan megah. Mama dan Papa akan membuat resepsi pernikahan kalian yang sangat mewah.” “Jangan …!” Tiba-tiba Anjani berkata seperti itu tanpa sadar. Semua mata tertuju padanya. Anjani kikuk dan salah tingkah. Dia semakin memilin-milin jemari tangannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD