Bab 166. Undangan Dian

1017 Words

Ihsan rebah di sisi Mia, memeluk Mia yang memunggunginya, dan keduanya sama-sama memandang pemandangan indah di luar jendela kamar. “Om yakin kamu pasti hamil,” ujarnya, lalu menepuk-nepuk lembut perut Mia. “o*******g dulu waktu tante Dian hamil Gilang?” tanya Mia. Ihsan mengecup lembut puncak kepala Mia, senang dengan pertanyaannya, artinya Mia yang sudah tidak kecewa lagi dengan kejadian berdarahnya yang melibatkan Gilang. “Ya, senang dan bahagia. Apalagi waktu Gilang lahir, dia lucu sekali, dia menangis kuat sekali.” “Oh.” Mata Mia berkaca-kaca, membayangkan kelahiran Gilang dan Ihsan yang menyambutnya dengan perasaan bahagia. “Om menyayangi Gilang, meskipun dia mengesalkan dan sesuka hati dan semaunya,” ujar Ihsan mengenang kebersamaannya dengan Gilang kecil. Mia menghela napas pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD