Bab 165. Nyaman Rumah Ihsan

1063 Words

Mia sempat melihat sekilas kamar utama yang luas, dengan jendela kamar yang terbuka lebar sehingga terlihat pemandangan indah di luar, yaitu hamparan luas kebun teh. Seketika dia merasa sangat nyaman saat terhempas di atas ranjang beralas kain putih dan ada beberapa bantal empuk di atasnya. “Kamu cantik di atas ranjang ini, Mia,” ucap Ihsan yang sudah menindih Mia. Mia menarik kepala Ihsan dan melumat penuh bibir Ihsan. “Aku mau, Om, mau dan mau." “Om tau.” Ihsan lalu melepas pakaian Mia satu-persatu dengan pelan hingga polos telanjang. “Jilat aku, Om. Jilat lagi punyaku,” rengek Mia, dan dia yang tegang. Ihsan langsung mendekati milik Mia dan menjilat. “Oooh.” Mia memejamkan matanya dan menggigit bibirnya, menikmati lidah kasar suaminya yang lincah memainkan miliknya. Kedua kakin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD