Bab 200. Bahagia Ami

1180 Words

Suara Ihsan lirih saat mendoakan bayi Keivan, dan dia yang sampai menangis penuh haru, mengingat perjalanan hidupnya selama ini, dan dia merasa sangat beruntung. Lucunya, bayi itu berhenti menangis saat mendengar suara papanya. Aisya lalu membantu meletakkan bayi di atas d**a Mia. “Mimik dulu ya, pasti haus nih,” ujar Aisya lembut, memperbaiki posisi bayi agar nyaman di d**a mamanya. “Siapa namanya, Bu Mia?” tanyanya pelan, dan matanya yang terpana takjub melihat bayi yang baru lahir itu. “Keivan Widagda Permana, Bu Aisya,” jawab Mia dengan senyum bahagianya. “Oh, baby Key,” balas Aisya dengan senyum hangatnya. Setelahnya, dia dan timnya kembali sibuk bersiap-siap melayani semua kebutuhan Mia dan bayinya. Ihsan kembali mendekati istrinya setelah Aisya yang kembali sibuk dengan tim. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD