Menjelang siang, Mia mendapat kunjungan Dian, dan suasana semakin hangat di ruang inapnya. Dian kontan menangis haru saat diberi kesempatan menggendong Keivan. “Duh, gantengnya,” pujinya terisak, teringat pula momen melahirkan Gilang beberapa tahun silam. “Makasih, Tante, sudah datang menjengukku,” ucap Mia, sangat senang dengan kunjungan Dian. “Ya, harus datang dong. Oiya, nanti Rita katanya mau nyusul ke sini, belum tau jamnya kapan. Dia sudah tante kasih tahu, masih sibuk di butik, mungkin sore ini,” balas Dian. “Nggak apa-apa, Tante, biar dia fokus dulu,” ucap Mia, memaklumi kesibukan Rita. “Om Heru juga sedang ada urusan penting, Mia. Dia kirim salam ke kamu,” ujar Dian lagi, dia tentu tidak mau menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi, bahwa Heru yang sekarang berada di kantor

