Mia mengangguk, lalu menjawab. “Jauh lebih baik, karena ada om Ihsan.” “Oh, haha.” Rita tertawa menyadari kehadiran Ihsan di rumah Mia. “Om Ihsan menginap di sini?” “Nggak, dia menginap di apartemen, deket dari sini. Baru hari ini dia bisa datang ke mari, dan ... aku akan memaksanya menginap di sini malam ini." Rita tertawa dengan kepala tertunduk, cukup lama. “Kenapa, Rita?” tanya Mia heran. “Nggak lama lagi aku punya mama mertua baru.” “Hahaha, Ritaaa.” “Iya, ‘kan? Kamu adalah mama mertuaku." “Astaga, aku baru menyadarinya sekarang.” “Ya, aku manggil kamu hai mama kecilku." Mia tertawa lagi, merasa lucu dan geli dengan sapaan barunya. Tawa Rita reda, “Ah, Mia. Semoga saja kamu nggak bosan dengan maafku,” ucapnya pelan. “Hei, lupakan, Rita.” “Aku nggak bisa lupa. Aku … aku m

