Bab 153. Melamarmu

1088 Words

Mia tersenyum kecut, menyadari ada banyak hal yang terlewat. “O iya, aku harus ke butik,” pamit Rita dan dia siap-siap berdiri. “Hei, habiskan dulu minumanmu, santai saja, Rita.” Rita mengangguk tersenyum, kembali meminum minuman dingin buatan Ihsan. Tiba-tiba Mia meringis dan dia yang ingin buang air kecil, dan dia menyuruh Rita untuk tidak pergi dulu. “Om,” desah Rita tiba-tiba dan dia menunjukkan wajah serius. “Ada apa, Rita?” “Menurutku sebaiknya Mia nggak usah jenguk Sara,” ujar Rita. Ihsan mengernyitkan dahinya. “Sara masih benci Mia, Om. Dia malah bilang kalo Mia yang telah menyebabkan nasib buruknya.” “Astaga,” desah Ihsan pelan. “Ya. Aku saja dia marahi karena dibilang nggak peduli sama sodara. Aku cuek aja sih, sudah kebal juga, diomelin mama, dijelek-jelekin Sara.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD