Bab 154. Lamaran

1273 Words

Ihsan hanya tersenyum kecil digoda tiga perempuan di depannya, dan dia tetap dengan penampilannya, karena sudah terbiasa dengan rambut panjangnya. “Kenapa, Ihsan, mau jambak-jambakkan ntar sama Mia di malam pertama?” goda Belinda pelan, Dian yang ada di belakangnya mendengar godaan Belinda dan dia tertawa menggeleng. “Aku nggak dengar, Tante. Aku masih kecil,” ujar Narita yang kebetulan tidak lagi memainkan ponselnya, sehingga masih bisa mendengar jelas godaan Belinda ke papanya. Bagaimanapun, Ihsan senang dengan keakraban Dian, Belinda dan Narita, dan ini akan menjadi malam terindah baginya. Tidak banyak rombongan dari Ihsan, ada Belinda sekeluarga, Dian dan Narita, dan Rita yang datang agak telat. Ihsan naik ke dalam mobil yang dikendarai Arnold, bersama Jemima dan Belinda. Sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD