Bab 155. Gilang yang Berubah

1080 Words

Rita tak sanggup menahan tangis harunya melihat Gilang dan Narita berpelukan erat sambil menangis tersedu-sedu penuh kerinduan. Kedua kakak beradik tu sudah lama sekali tidak saling jumpa, dan mereka bertemu di kesempatan yang memprihatinkan. “Maafkan aku, Narita,” ucap Gilang tertunduk di hadapan adiknya. “Sudah, Mas. Yang penting jangan diulangi lagi,” ujar Narita bijak. Gilang tersenyum hangat, merasa senang dengan dukungan orang-orang terdekat, istri, mama dan papa kandungnya. Kini hadir adiknya yang juga memberinya dukungan. “Mas kurusan,” ujar Narita. “Ya, tapi aku merasa lebih segar,” balas Gilang. “Gimana di dalam tahanan, Mas?” “Ya, begitulah. Awal-awal sedih ... bosan, lama-lama aku sudah biasa dengan aktivitas di dalam. Nggak bosan kalo kita punya kesibukan.” “Sibuk ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD