Sara memandang sinis Rita, dan mendengus tersenyum. "Om Ihsan tidak menginginkan pernikahan itu katamu?" "Maksudku Mia yang lebih dulu menginginkannya, dan om Ihsan yang tentu saja menyambut baik, dan dia yang sudah lama mendambakan pernikahan dengan Mia, Sara. Jadi ... maksudku pernikahan itu nggak ada kaitannya dengan permasalahan suamiku," ralat Rita menjelaskan, tidak ingin Sara memutarbalikkan maksud perkataannya. Sara menggeleng tertawa, dan tawanya yang terdengar sinis. “Ya ya, aku mengerti maksudmu. Hm ... kamu memang istri yang sangat sabar,” pujinya, lalu mengangguk-angguk kagum. “Kesabaran kamu akan terjawab nanti, aku yakin,” ujarnya, mendukung. Kata-kata Sara memang terdengar manis dan sarat dukungan, tapi Rita tidak lantas terbuai, dia tahu sifat asli sepupunya itu, bermu

