Panas

1006 Words
"Jadi begini pa,,, ma,,,! Saya memohon ijin kepada kalian berdua untuk mengajak Emili tinggal dirumah saya! Saya juga memohon ijin karena saya akan mencukupi kebutuhan Emili dengan jerih payah saya sendiri tanpa bantuan dari kalian berdua" ucap Candra. "Tapi Candra, apa tidak sebaiknya kamu berhenti menjadi supir angkot dan menjalankan bisnis saya. Kamu kan merupakan sarjana manajemen bisnis. Dan saya yakin atas kemampuan mu itu karena kau pernah mendapatkan nilai terbaik saat itu.Bukan saya keberatan namun saya hanya ingin membantu kalian berdua" ujar wirawan. "Mohon maaf pa! Prinsip saya adalah membahagiakan dek Emili dengan cara saya sendiri! Saya berjanji akan membahagiakan dek Emili dan akan berusaha keras menabung untuk membuka usaha sendiri tanpa bantuan dari kalian!". Jawab Candra. "Baiklah jika itu keputusan mu! Aku hanya bisa mendoakan kalian agar menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah!". ***** Setelah mengemas beberapa bajunya, Emili pun berpamitan kepada kedua orangtuanya. Ia menangis sejadi-jadinya karena akan memulai penderitaannya hari ini. "Jangan nangis sayang! Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu!! Patuhilah semua ucapan suamimu ya nak! Jadilah istri yang baik!" Nasehat Susan. "Jangan menyusahkan suamimu ya nak!! Papa sangat menyayangi mu dan papa melakukan ini demi kebaikan mu!!" Nasehat wirawan. Mereka berdua pun keluar dari rumah. "Sini dek biar mas yang bawa kopernya!" Ucap Candra yang langsung mengambil koper milik Emili namun sang pemilik hanya diam dan meninggalkan nya. "Kita naik angkot punya mas dulu tidak apa-apa ya dek! Mas belum ada uang kalo naik taksi!". "What angkot?? Are you serious?? Pasti panas gerah dan bau!!" Ucap Emili. Candra pun menyodorkan kipas portabel mini kepada Emili. "Kemarin mas sudah membeli ini dek! Mas tau kamu akan kepanasan jadi pakai ini dulu ya!" Ucap Candra dengan lembut. Emili tidak menjawab namun langsung merebut kipas itu kemudian naik ke mobil angkot milik Candra. Candra yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum gemas. Candra pun akhirnya mengendarai angkotnya dengan perlahan. "Ini kapan sampainya sih!!! Jalan lelet banget kaya siput!!" ucap Emili  "Hehehe mas cuman pengen menikmati masa berdua saja denganmu dek!!" ucap Candra yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Emili. "Ya itu kan kamu!! Aku sih males banget kalo harus lama-lama sama kamu!! Mana panas gini lagi!! Ini apalagi!! Kipas butut kaya gini aja dikasih ke aku!!". "Biar butut juga mas belinya pake uang sendiri loh dek, dan itu mas belinya juga pakai cinta" ucap Candra sambil melirik Emili yang berada disampingnya. Emili yang terus diperhatikan pun menjadi kikuk lantaran Candra menatapnya sambil tersenyum. Candra adalah seorang pria bertubuh tinggi, kulit putih, rahang tegas, bertubuh atletis, dan memiliki wajah yang sangat tampan. Jika dilihat dengan seksama Candra hampir mirip dengan salah satu aktor Indonesia yang sudah terkenal yakni Dimas Anggara. Bahkan Candra terlihat lebih manis dan tampan. Namun sayang sekali nasibnya tak sebaik dan seindah wajahnya. "Kamu kok bengong sih dek?? Mikirin apa??Mikirin mas ya??". "Dihhhh !! PD amat jadi orang!! Udahlah buruan kenapa sih jalanin angkotnya!!" ucap Emili salah tingkah. "Iya dek!". Candra pun mengendarai angkot dengan kecepatan sedikit ditambah. Namun tidak dengan Emili yang tetap saja merasa perjalanan ini sangat membosankan dan melelahkan. Saat sudah sampai,Candra menoleh kesamping dan mendapati istri cantiknya itu tengah tertidur pulas. ("Kamu cantik dek kalo lagi seperti ini!! Terlihat tenang, manis, dan sangat lucu! Mas yakin hati mas ini tidak salah jika memilihmu menjadi calon ibu dari anak-anakku! Semoga tuhan merestui niat baik mas yang menikahimu ini") Bathin Candra dan tersenyum. "Dek bangun!! Kita sudah sampai!" ucap Candra sambil menepuk pipi mulus istrinya itu.  Emili tadi memang merasa bosan lantaran perjalanan nya sangat membuat jenuh dan tanpa sadar ia pun tertidur. Emili yang merasa terganggu pun langsung terbangun dan menyelonong jalan saja. Ia mengabaikan Candra yang terus menerus memanggil namanya dan masuk ke sebuah rumah namun rumah itu dikunci. "Cepetan buka kenapa sihh!!! Pintu gubuk kaya gini saja harus dikunci!!" kesal Emili. "Dek, Itu bukan rumah milik mas!! Rumah mas yang sebelah sini!!" ucap Candra yang menggelengkan kepalanya lantaran tingkah istrinya itu. Emili yang menyadari pun langsung berlalu kerumah candra lalu ditengah perjalanan nya ia menyenggol Candra yang sedang berdiri. Ia kemudian masuk kedalam rumah itu. "Ini rumah atau kandang kambing sih sempit banget!! Bahkan Kamarku jauh lebih luas daripada rumah ini!! Ya tuhannn!! Haruskah aku menderita di gubuk tua ini!!" ucap Emili yang kaget saat melihat rumah yang akan ia tempati itu. Rumah itu memanglah hanya seluas 9m×6m saja. Bahkan kamar itu hanya memiliki satu buah kamar dan kamar mandi kecil yang ada diluar kamar. Sungguh Emili merasa pasti ia akan sangat menderita tinggal di rumah yang sempit seperti ini. "Maaf ya dek! Mungkin rumah mas ini tidak sebesar rumahmu, bahkan kamarmu saja jauh lebih luas daripada rumah ini. Tapi ini hasil kerja keras mas sendiri loh dek. Tanpa meminta sepeserpun dari orang lain, karena mas memang hanyalah anak yatim piatu yang sudah tidak memiliki keluarga. Tapi mas bisa pastikan dek Mili nanti pasti akan terbiasa dan bahkan rumah minimalis ini pasti akan sangat membuatmu nyaman!". "Udah ngomongnya??? Gak mau jelasin lebih panjang lagi?? Aku gerah mau mandi!! Awas kalau kamu berani mengintip maka aku akan berteriak agar semua orang datang dan mengajar mu!!". "Jika mereka datang kan aku tinggal memperlihatkan buku nikah milik kita dek!!". "Ahh udahlah males denger omongan gak penting itu!!. Aku mau mandi terus lanjut tidur capek!! Nanti setelah bangun tidur aku mau sudah ada makanan untukku. Dan satu lagi!! Jangan kamu berani macam-macam masuk kekamar ini tanpa seijin ku!!!".  "Tapi dirumah ini hanya ada satu kamar dek, dan jika mas tidak tidur satu kamar denganmu lalu mas harus tidur dimana??" tanya Candra. "Itu urusanmu!! Makanya kerja keras biar punya rumah bagus!! Atau minimal beli sofa gitu biar bisa buat kamu tidur!!" ucap Emili sambil menutup pintunya dengan kencang. Candra hanya termenung dan bertekad akan membuat Emili bahagia suatu saat nanti. Candra sangat yakin jika Emili adalah gadis yang sangat baik. Ia bersikap seperti itu hanya karena bentuk protes terhadap orang tuanya. Candra pun tersenyum dan meyakinkan dirinya untuk membuat Emili jatuh cinta meski membutuhkan waktu yang sangat lama mengingat Emili merupakan gadis yang sangat keras kepala dan gengsi tinggi .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD