Rencana 2

1437 Words

Khumaira rasa itu bukan hal besar untuk dituruti. Menemukan Khalid yang berharap dan serius, Khumaira berniat mengiyakan. "Bersedia?" "Itu bukan hal sulit. Aku punya cadar karet, cadar tali, cadar poni, cadar kancing, cadar bandana." Khumaira menampilkan tapak tangannya yang terbuka setelah menghitung sesuai jenis cadar yang ia sebutkan. "Harus kupakai yang mana?" Khalid refleks mendekati istrinya yang menggemaskan. Ia mengangkat tangan lalu mengusap kepala Khumaira, di balik mahkota bunganya. Ia tersentak sendiri saat kulitnya tak sengaja tertusuk jarum pengikat aksesori Khumaira. Mata Khumaira menyipit oleh senyuman. "Ada ranjau di sana." Khalid meringis. Ia tak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. "Jadi?" "Hm?" Khumaira menjelaskan maksudnya, "Cadar yang harus kupakai ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD