Teror

1234 Words

Khumaira sedang terlalu suka cita untuk mendengarkan curahan hati orang lain, tapi kerutan wajah yang Windi tunjukkan membuatnya tak tega untuk mengabaikan saja. Lagi pula, Windi selama ini selalu membantunya, Khumaira akan kerepotan juga tanpa dia sebagai sekretaris yang cakap dan bisa dipercaya. Akhirnya, Khumaira memilih diri sebagai pendengar. Namun, Khumaira jadi bingung sendiri menanggapi awal kisahnya. “Saya ... boleh menikah dengan Bagas Wandawarma?” tanyanya ragu-ragu. Khumaira tertegun. Kemudian ia menggaruk kepala yang tak gatal sebenarnya. “Mengapa kau bertanya begitu kepadaku?” “Saya tahu Anda sangat bisa menjaga rahasia.” Kemudian Windi menceritakan duduk perkara masalahnya dalam waktu singkat, padat dan jelas. “Menurut Anda ... saya harus bagaimana?” “Hidupmu, Windi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD