Keesokan harinya Khumaira jatuh sakit, meriang, menggigil dan demam tinggi. Seisi Kastil panik dan dokter umum keluarga diminta datang, sekaligus satu dokter kandungan yang dipercaya keluarga mereka. “Aku tak apa,” keluh Khumaira lemah. “Percuma berdusta, Saleha. Kami tidak buta!” balas Khalid tak mau dibantah. Khumaira akhirnya diam saja ketika diperiksa. Dokter memberitahu jika Khumaira sekedar kelelahan dan menyarankan istirahat. Beranjak paramedis pulang diantar Khalid, Bintang masuk menjenguk. “Abati...!” “Ada apa, Saleha? Kau kelelahan, kata dokter.” “Abati tahu tentang Tapanuli Kahiyang?!” tanya Khumaira langsung. “Siapa dia?” “Suami Reda.” Bintang menggeleng. “Aku baru tahu kalau dia menikah. Mengapa?” “Semalam kau bertemu dengannya?” “Tidak. Kau tahu Ummi tid

