Khumaira dan Khalid yang hari itu tak punya acara penting lain singgah ke rumah keluarga Wandawarma setelah salat zuhur dan makan siang. Mereka sampai sana sekitar pukul 2. Ayah mertuanya menyambut di pintu, bisa Khumaira duga bahwa beliau mandi lebih dulu sebelum mereka tiba. Khalid lekas turun dan bersalaman lebih dulu, lalu Khumaira ikut gerakannya. “Kami datang, Abi.” “Bintang memberitahuku. Kau membawa cucuku?” “Ya, Abi.” “Sukakah dia cokelat hangat?” tanya bagas melirik perut Khumaira. “Ibunya suka, Abi.” Bagas tergelak lalu membawa mereka masuk. “Kalian belum pernah menginap di sini.” “Kalau tentang itu, silakan negosiasi dengan Abati. Sepertinya beliau lebih khawatir dengan kami daripada dirinya sendiri.” Bagas berhasil tertawa. “Kau benar-benar ---!” “Saleha, kau tidak

