Khumaira yang semula bersemangat mendadak mundur, mengkerut malu serta gugup. "Kenapa?" tanya Khalid menyuarakan herannya. “Aku malu. Responsmu seperti ---“ Khalid menarik pinggang sang istri hingga Khumaira tersentak mendekat kembali. “Aku senang kau merasa aman bersamaku. Jadi, kau tak keberatan bukan jika harus mandi lagi?” Khumaira mengangguk pelan. Masih malu menyelimuti dirinya. “Kita mulai dari yang mana dulu?” “Aku tak tahu.” “Duduklah, di pangkuanku.” Khumaira berbalik dan duduk. Namun, ia bangkit lagi saat tak sengaja merasakan sebuah kekerasan dari inti tubuh suaminya. “Bukan duri,” Khalid menggoda. “T---tapi, bagaimana?” “Patuh saat kusuruh, mengerti?” Khumaira mengangguk lagi. Dan, semua kepolosan Khumaira sudah tanggal dari dirinya. Apa-apa yang Khalid

