Bandara saksinya

1312 Words

Rasa tak nyaman langsung menyambar Khumaira. Tubuhnya bergidik karena ngeri. “Seumur hidup aku tidak pernah lagi berendam sejak kejadian itu.” Khalid mengerjap. “Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Mai?!” “Pelan-pelan saja. Kau akan hidup dan mati bersamaku, bukan? Kau akan tahu segalanya tentangku. Jadi, jangan buru-buru.” Khalid kemudian berjongkok di sisi istrinya dan menggendong Khumaira ke kamar mandi. “Aku belum mau mandi!” berontak Khumaira menggelepar kakinya. “Kau perlu diterapi.” “Khalid...!” Khumaira panik. “Kau merasa aman bersamaku, bukan?” Khalid menyunggingkan senyum. “Kau juga akan nyaman diterapi olehku.” Khumaira terperangah, “Rasa percaya dirimu luar biasa, Khalid.” “Aku memilikimu, Mai. Kau alasan rasa percaya diriku.” Khalid meletakkan Khumaira di b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD