"Nyatanya itu benar. Kau akrab dengan Khairan, Abati pun tak rusak hubungan dengan Abi.” Khumaira menyandarkan punggungnya pada kursi. Tak bisa memungkiri jika Khalid juga sedikit demi sedikit berhasil membuatnya nyaman mengeluhkan banyak hal. “Ummi pernah tidak merestuimu juga, Khalid. Beliau masih hidup, dan sekarang berbalik merestui." Khumaira bergidik bahu singkat, "Mungkin saja Ibu juga begitu. Akan merestui kau denganku jika beliau masih bisa memberi restu.” Khalid mengangguk, menimbang kemungkinan yang Khumaira sebutkan. “Tapi, apa alasan Ummi tidak merestuiku?” Khalid tampak sangat tertarik menanti jawaban Khumaira tentang alasan mengapa Nyonya Latifa Bakrie tidak merestuinya sebagai menantu. “Beliau tak nyaman ketika bertemu denganmu. Jangan khawatir, reaksi beliau memang b

