Insiden Lagi

1246 Words

Tak lama, mereka sudah menemukan hotel lain yang dikabarkan dekat dengan taman bunga. Setelah salat Ashar keduanya berjalan santai di sana selagi menunggu waktu menjelang malam. Melihat taman di sekeliling mereka, semak dan belukar, menghadirkan ingatan Khalid tentang trauma Khumaira. “Kau benci ular?” “Sangat! Jangan sebut namanya! Mungkin malam ini aku akan mimpi buruk lagi. Aku tidak bisa melihat binatang itu, nyata atau lewat gambar saja dia akan menghatui masuk kembali ke mimpiku.” “Yang kau katakan di bak mandi sungguhan terjadi?” “Tidak sepenuhnya.” Khumaira bergidik. “Abati bilang aku mungkin melihat bintang itu, tapi bukan ... aku tidak menyentuh airnya, berdiri di tepi dermaga melihatnya dalam danau. Bibi mengatakan aku yang sengaja duduk berselonjor kaki saat melihat bin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD