Karena dia melihat pilihan Rahman jatuh padaku, bukan padamu. Ucapan ibunya terngiang di kepala Khumaira. Bukan Khumaira tak mau menggunakan pikiran dan akal sehatnya untuk menelaah maksud sang ibunda, tapi saat ini Khumaira tak bisa. Ia terfokus pada herannya akan perilaku Khalid. Mengapa Khalid harus ikut memilih yang salah? “Maksud Ummi?” tanya Khumaira tak paham. “Khalid juga jadi ragu akan pilihannya, jadi ikut pilihan Rahman, begitu?” Latifa Bakrie hanya tersenyum, tak menjelaskan lebih jauh. Dia dan semua figuran yang disiapkannya berjalan menjauh meninggalkan Khairan dan Khumaira di depan pintu masuk aula pesta. “Jelaskan maksud Ummi, Khairan?!” tuntut Khumaira pada adiknya yang tertinggal. “Khalid tahu Rahman akan menjawab salah. Khalid melihat Rahman yang bimbang antara ka

