Setelah hasil akhir disepakati rutinitas Khumaira berubah lagi. Ditetapkan, ia sementara ini bolos dari absensi kantor yang sebenarnya memang kadang tak dianggap ada bagi Khumaira. Sebagai pewaris istimewa, ia kebal aturan dan hukuman. Lagi pula, Khumaira perlu beberapa hal untuk diutamakan. Salah satunya mengunjungi Edwina untuk latihan dansa. Demi menghargai darah warisan ibunya, Khumaira harus menguasai gerakan remeh temeh itu dan menjaga nama baik Abinaya. “Waltz?” Tanya Edwina saat mereka akan mulai belajar menari. “Ya, seperti yang kemarin sudah disepakati.” “Waltz itu dansa, Khumaira. Dua hal yang sama.” Edwina menutup pintu ruangan dan menyetel kecil musik dari perangkat audio terdekat. “Pria pilihanmu sangat cocok bersama kalian. Bentuk tubuhnya juga sempurna untuk tarian rom

