Khalid bukan tidak lelah. Kemarin itu memang hari yang sangat panjang. Tak pernah ia ketahui jika pernikahan yang sekali seumur hidup itu benar-benar membuat lelah segala sisi tubuhnya. Namun, ia bangun di kamar wanita paling indah sejagat raya. Khumaira Abinaya, tengah bersedekap tangan di d**a menunggu jawabannya. Wanita jelita itu benar-benar tak kenal takut akan apa pun, membuat Khalid makin gemas. Segala sisi Khumaira terus saja memukaunya. Khalid tahu Khumaira juga sama lelah dengan dirinya, hanya saja ia ingin Khumaira mengaku bahwa wanita itu kini miliknya. Khalid tak mau pagi ini berlalu begitu saja. Gaun sutra Khumaira yang tanpa pakaian dalam itu menyembunyikan banyak keindahan, Khalid ingin melihatnya. Ingin menyentuh, ingin menikmati dan menandai miliknya, lagi. “Khalid!” pan

