Bukan Romansa

1268 Words

“Berbahagialah bersamaku,” pinta Khalid sungguh-sungguh. “Kau boleh berbagi apa pun denganku.” Khumaira geli oleh ungkapan Khalid yang penuh kesungguhan itu. Bukan Khumaira tak bisa serius atau terharu, melainkan lucu menurutnya. Khumaira sudah bahagia sendiri, dan ia akan tetap berbahagia dengan pernikahan mereka sekalipun Khalid menderita. Biasanya juga Khumaira tak akan sangat peduli dengan keberadaan orang lain di sisinya. Khumaira mengejek, “Kau orang baik atau pengemis? Kau mau membagi kebahagiaanmu kepadaku, atau kau mau meminta kebahagiaanku?” Suasana sendu, melankolis yang Khalid rasakan seketika sirna. Kecerdasan Khumaira dan sikap beraninya sudah mengubur gejala penyakitnya tampil ke permukaan. “Mengapa kau tersenyum?” tanya Khumaira heran. Harusnya bukan begitu respons Kha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD