Saksi

1104 Words

Khumaira masih merasa bersalah, padahal ia sepenuhnya yakin tak seharusnya dirinya yang bersalah. Salah Khalid mengapa tak menjelaskan lebih dulu bahwa jus itu untuk dirinya sendiri. Salah Khalid pula mengapa menggiring prasangka Khumaira selalu kepada hal yang membuatnya curiga. Khumaira terus mengawasi selagi pria itu masuk toko untuk membeli minuman yang Khumaira inginkan. Tak berapa lama Khalid keluar lagi bersama kereseknya. Khumaira masih sulit menerima kenyataan jika Khalidnya punya sisi mengerikan seperti pembunuh berdarah dingin. Pria itu kadang amat membuatnya candu, di sisi lain kadang membuatnya merinding sendiri. Khalid masuk mobil, duduk, merogoh keresek lalu mengambil satu barang belanjaannya. "Minumlah," kata Khalid setelah memutar tutup botol itu. Khumaira tak tahu ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD