Air mata Khumaira sudah bersimbah. Tak sanggup lagi ia tahan semua beban kecewanya sendirian. Khumaira menatap wajah suaminya yang terdiam membaca ayat yang dimintanya. Ekspresi Khalid kaku. Tampak bibir bawahnya menggulung perlahan lalu menutup mushaf dan mengangkat pandangan kepada Khumaira kembali. "Mari kita bicarakan ini," pinta Khumaira lembut, sungu-sungguh. "Khumaira ...!" panggilnya mesra. Khumaira menggeleng, kemelut rasa takut telah di ambang batas mampunya. Kalut pikirannya, tak sanggup lagi untuk pura-pura sebaik yang terlihat. "Jangan merayu. Beritahu aku fakta sebenarnya." "Aku tidak mengerti sama sekali apa yang kau maksudkan." Khumaira menghela napas karena ada pancaran polos dari mata suaminya pertanda dia memang mengatakan yang sebenarnya. Khalid belum mengerti Khu

