Dua hari kemudian sejak pembicaraan terakhir itu. Masih terngiang dalam benak Khumaira. Ia dan suaminya berjarak jelas. Khalid jadi pendiam, Khumaira sama membalasnya. Di kantor ia termenung sendirian sementara Khalid mengurung diri di ruangan yang lain. Khumaira mendadak lemas sendiri. Rindu sang suami, tapi terkenang lagi dan lagi perbuatannya saat bertatap wajah mereka. Khumaira tak akan memaafkan. Ia tahu itu akhirnya. Namun, Khumaira juga tak mau kehilangan Khalid. Hubungan mereka sudah berada di titik rendah garis kuning, hampir menyentuh garis merah. Khalid begitu, Khumaira begini. Dua orang keras kepala dengan teguh pendirian masing-masing dan di kubu bertentangan. Khumaira bersyukur rapat dengan anggota keluarga Abinaya sudah berlalu untuk bulan ini sebelum Khumaira dan Khalid

