Khalid panik. “Mai!” Panik Khalid menjangkit kepada mertuanya. Mereka lekas berkendara ke rumah sakit terdekat. Khumaira pun langsung mendapatkan pertolongan pertama. Khalid baru menyadari kekhawatiran lain yang ada saat tak lagi berada di sisi Khumaira. Kedua mertuanya tampak kurang sehat pula. “Ummi dan Abati pasti lelah sekali. Sebaiknya kalian kembali ke rumah dulu. Biar Khumaira aku yang menjaganya.” “Kau tampak kacau,” komentar Bintang jujur. Khalid tak perlu menyangkal, “Rasanya memang begitu.” “Dia akan baik-baik saja, kelelahan mungkin,” kata Ifa menghibur juga. “Aku saja lelah sekali,” sahut Bintang. “Tak apa kami kembali dulu, Nak?” “Ya. Abati. Maaf merepotkan kalian dengan permintaannya.” “Kau sungkan?” tanya Bintang heran. “Dia putri kami, Khalid. Harusnya kami yang s

