Percakapan Suami-Istri

1124 Words

“Ada apa, Mai?” “Mana Khairan?” tanya Khumaira bertekan pinggang sambil melihat sekitar yang lenggang tanpa orang. Kini ia berada di jalan masuk Kastil Abinaya. “Abati? Ummi?” Khalid pikir sesuatu yang sangat penting terlewatkan. Nyatanya, hanya kekhawatiran Khumaira saja. “Abati tadi menggendong Khairan. Gentleman tidur juga. Mereka sudah ke kamar masing-masing, mungkin,” jelas Khalid tenang. Khumaira menurunkan tangan dari pinggangnya perlahan. Wajahnya jadi lega bercampur sedih. “Ada apa, Mai?” tanya Khalid lagi. Khumaira melanjutkan langkah, “Aku merasa bersalah. Pernikahan ini melelahkan. Aku telah membuat mereka sangat ... lelah.” Khalid menyamakan langkah di sisinya. Memang hangat yang terasa saat di dekat Khumaira, mendengar suaranya, melihat bagaimana dia berbicara dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD