Part 2

2117 Words

Khalid mengangkat tangan di udara, “Aku minta maaf.” Khumaira merasa baru saja Khalid menghinanya. Merendahkan Khumaira, bukan saja sebagai istri melainkan sebagai wanita, juga dirinya yang sebagai pewaris Abinaya. Khumaira jelas tak bisa membiarkan terus begitu, pembelaan akan ia perjuangkan. Khalid mendekat, memeluknya. “Maafkan aku. Demi Tuhan, bukan maksudku seperti yang kau pikirkan. Aku hanya ingin kau duduk manis saja di singgasanamu hari ini. Nikmati pencapaian yang selama ini ingin kau raih. Aku ingin melihat Khumaira Abinaya dengan takhta dan mahkotanya, bukan dengan cangkir teh atau apa pun itu yang membuatmu membungkukkan badan.” Khumaira yang semula kesal berubah haru. Tak bisa dicegahnya air mata jatuh, entah untuk alasan apa, tapi Khumaira tahu sebabnya, Khalid Wandawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD