Pelangi

1390 Words

Setelah rajin beraktivitas kembali. Satu bulan kemudian Khumaira mual muntah dan pusing kepala. Firasatnya mengatakan bayi pelangi yang dokter sebutkan kemungkinan telah tiba. Dengan tak sabar Khumaira merogoh laci tempat alat tes kehamilan tersedia. Berdebar penuh harapan Khumaira akan datangnya kabar baik. Dan, benar-benar ia menghambur senang mendapati garis dua pada alat tes kehamilan itu. "Khumaira? Ke mana dia?" gumam Khalid didengarnya. Khumaira membuka pintu kamar mandi, "Mencariku?" tanyanya penuh rayu. "Apalagi rencanamu?" Khalid duduk di tempat tidur. "Kau belum menemukan juga rahasia dari puzzleku?" tanya Khalid melihat karpet tergeletak pecahan kecil warna-warni pemberiannya. "Aku tidak harus buru-buru." Khumaira menggulung bibir, ragu untuk berbagi kebahagiaan dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD