Cinta / Takhta

1476 Words

Gaun malam Khumaira sewarna dengan gelap taman di bawah sana. Tak sangat jauh ia bawa Rahman dan Khairan dari ruangan makan, tetapi cukup untuk menghalangi pembicaraan sampai kepada ayah ibunya dan Khalid yang berbatas tembok Kastil Abinaya. “Apa yang ingin kau katakan, Habibaty?” tanya Rahman penuh senyuman menyapa dalam bahasa Arab. Sejujurnya Khumaira tak pernah mengizinkan Rahman menyematkan panggilan sayang begitu untuknya. Namun, ia akan memperjelas perkara mereka malam ini juga. “Apa yang membuatmu buru-buru mendatangi Abati?” “Aku tidak buru-buru, Khumaira. Kau tahu sendiri berapa lama waktu yang harus kulalui untuk sampai di saat ini.” Khumaira tahu. Perjuangan dirinya pun sejauh itu. Sayang jika harus berakhir dengan adegan yang sama, perpisahan. Meskipun begitu, tetap saja K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD