Khalid pikir ia akan bisa merubah pendirian Khumaira, nyatanya tidak begitu. Tiga kali kepuasan antara ia dan sang istri tak membuat Khumaira mengurungkan niatnya. Tetap pagi ini mereka harus berpisah. Khumaira dengan keinginannya pergi bersama Bintang dan Ifa sementara Khalid dengan Khairan tertinggal di Kastil Abinaya. Khalid merasa separuh dunia hilang dari sisinya. Berat melangkah, tapi tak bisa membantah kenyataan yang ada. “Kau murung. Jelas sekali keberadaanku untuk menghiburmu,” suara Khairan terdengar. Khalid mengacak rambut adik Khumaira. Khairan lekas menghindar dan merapikan lagi helai-helai hitamnya. “Kau tidak perlu membuat pertengkaran, kita hanya berdua. Ingat pesan Abati, harus saling menjaga.” Khalid ingin sekali tertawa, tetapi berat pipinya untuk sekedar tersenyu

