Khumaira menatap Khalid. Pria yang kini jadi suaminya. Benar-benar Khumaira pandangi dia yang berwajah tampan dan bertubuh proporsional. Khalid sedang memegang voucher menginap, entah siapa yang menghadiahkan itu untuk pernikahan mereka. Jelasnya, Khumaira dan Khalid harus terbang melintasi negara jika ingin menikmati hadiah tersebut. Tak perlu merencanakan bulan madu, tamu mereka sepertinya terlalu peka tentang apa-apa yang dibutuhkan sepasang pengantin baru. "Voucher menginap. Berlaku dua hari, besok serta lusa. Berminat?” Khumaira sudah memprediksi jika Khalid akan meminta pendapatnya tentang hal itu. Ia pun menghela napas sebelum menjawab, "Kalau Abati sudah menyerahkan takhta untukku pagi ini, kita berangkat.” Khalid tersenyum pada kertas berharga itu. Pengirimnya paham sekali apa

