Khalid pikir Khumaira akan terkesan oleh hadiahnya, nyatanya sang istri justru keheranan atas tindakan yang Khalid duga romantis bagi sebagian wanita. Entah bagaimana, ia gagal lagi melakukannya. Khalid sepertinya perlu belajar hal-hal romantis dari orang lain daripada terus kacau saat mempersembahkan rasa cintanya kepada akhuamira. “Kau mau lagi cokelatnya?” Tanya Khalid menampilkan cokelat miliknya yang masih utuh. Khumaira mengerjap. “Bolehkah?” Khalid tersenyum melepas bungkusan cokelat. Disuapkannya lagi makanan manis itu ke mulut Khumaira. “Kau suka puzzle. Kuharap kau menyukai hadiahku.” Khumaira mengunyah cokelat pelan-pelan sambil menelaah Khalid Wandawarma, suaminya. “Kau sungguh-sungguh akan terus begini terhadapku?” “Ya.” Khumaira mengerjap polos. Suatu yang ajaib baru s

