akhir-akhir ini setelah bertemu dengan gadis restoran, Taufik selalu memikirkanya, bayang-bayang gadis itu menatapnya dengan penuh tanda tanya saat dia memperhatikannya melayani para tamu di restoran, bahkan hanya untuk fokus bekerja membaca berkas yang menumpuk di meja kebesarannya ia sudah tidak konsentrasi lagi, sering ia mencoba fokus, nyatanya bayangan gadis itu kerab muncul di hadapannya..
kini Taufik duduk di sebuah kursi yang ada dalam restoran dimana alisa bekerja, ia mengedarkan pandangannya kesegala arah berharap ia melihat gadis yang akhir-akhir ini mengganggu konsentrasinya itu..
sudah hampir dua jam Taufik duduk di restoran itu, tapi yang di carinya tak kunjung di lihatanya, bahkan kini jam makan siang telah selesai, ia baru sadar setelah jam istrahat siang ada kelas yang harus di isinya, taufik memang belum lama mengajar di kampus itu, sehingga masih banyak mahasiswa yang belum mengenalnya...
"mungkin kali ini aku belum ditakdirkan untuk bertemu gadis itu, besok saya akan ke sini lagi siapa tau saya akan beruntung" gumam Taufik..
Taufik keluar dari restoran itu dengan rasa kecewa, namun itu tidak membuat ia berhenti untuk mencari tau gadis yang selalu membayanginya itu yang tak Alain adalah Alisa mahasiswanya sendiri...
***
sudah menjadi kebiasaan alisa dan fitrah duduk di bawah pohon yang teduh menunggu jam kuliah selanjutnya menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dengan rutinitas Alisa yang suka membaca buku-buku yang ia sukai.
"sa... dengar-dengar dosen mata kuliah ini gantengloh Masi mudah belum nikah lagi" fitrah berbicara kepada Alisa, ya.. begitulah nama panggilan fitrah terhadap Alisa " terus kalau dosenya ganteng memang kenapa Lo mau titip salam gitu atau daftar jadi calon istrinya gitu" Alisa tersenyum dengan sahabatnya ini yang gampang terpesona dengan para lelaki tampan " ya elaaa sa.... guekan cuman ngasih tau lo doang, siapa tau kamunya mau daftar jadi calon istri dia juga" Keke fitrah sambil cengengesan menatap Alisa yang sudah tidak menghiraukan kata-katanya itu... tidak lama kemudian jam kuliahpun sudah tiba semua mahasiswa sedang menunggu dosen mata kuliah yang akan masuk mengajar di kelas mereka, semua mahasiswa cewe sudah siap dengan wajah cantik mereka ada yang membnahi rambut ada yang mengoleskan lipstik dibibirinya Alisa melihat hal ini sedikit heran ada apa dengan teman-teman kuliahnya itu, alisapun bertanya kepada fitrah "fit... itu kenpa sih anak-anak pada sibuk make up padahal ini kita mau belajarkan bukan mau ke pesta" " ya elaaa sa ... guakan tadi udah bilang kalau dosen yang mengajar di mata kuliah ini itu dosen ganteng, mudah belom nikah lagi, pan tadai gue udah bilang" Alisapun hanya geleng-geleng melihat teman-temannya itu....
alisa melihat teman-temanya dengan penuh keheranan, Alisa memang tidak pintar untuk bermake up, yang terpenting baginya ia harus terus mempertahankan beasiswanya sampai kuliahnya selesai dan wisuda dengan menyandang cumlaude di kampusnya, itulah alasan Alisa tidak pernah menyia-nyiakan waktu istirahatnya untuk terus belajar dan membaca buku-buku materi kuliahnya, karena dirinya sadar jika pulang kuliah dia harus bekerja dan saat di rumah Alisa tidak punya banyak waktu untuk belajar karena ia cape kerja lembur di restoran...
"sa... ini buku kamu yang aku pinjam, gue balikin" Doni menyodorkan buku dari belakang Alisa, Alisa berbalik dan mengambil buku itu... "tumben gak kelupaan lagi Don" tegur Alisa sembari mengambil buku yang ada di tangan Doni..
"makasih ya sa... lain kali pinjami lagi buku kamu biar aku rajin bacanya" ucap Doni lagi.. namun bukan Alisa yang menjawab perkataan Doni melainkan fitrah "modus aja Lo...." ucap fitrah dengan ekspresi orang muntah yang di buat-buanya... "ngejawab aja lu... diriku Lo ya.. sama gue" balas Doni tak mau kalah...
"udah... kalain berdua mau mulai lagi??" lerai alisa dengan kalimat penekanannya...
saat Alisa sedang berbalik menghadap Doni,, dosen mata kuliah yang bersangkutan masuk yang menimbulkan keheningan di dalam kelas dosen itu tak lain adalah Taufik.
Taufik berjalan menghampiri meja besar yang ada didepan mahasiswanya ia meletakan tas yang berisikan leptop di dalamnya.
sementara itu Alisa berbalik karena merasakan ada keanehan dalam kelas teman-temannya diam semua Bahakan fitrah yang terkenal cerewet ikut diam..
"pantasan pada diam, ternyata dosen udah masuk" ucap Alisa lalu meletakan buku yang di pegangnya di dalam tas.
Taufik berdiri hendak memperkenalkan dirinya kepada mahasiswa yang baru di ajarnya itu, ia memang terkesan cuek dan dingin pada saat berhadapan dengan mahasiswa dalam kelas..
"tolong perhatiannya sebentar.. sebelum kita mulai proses perkuliahan saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, agar proses perkuliahan lancar" Taufik mulai berbicara memperkenalkan dirinya, tidak butuh waktu lama untuk memperkenalkan dirinya didepan para mahasiswa.
"mungkin sebagian mahasiswa sudah mengenal saya, jadi agar saya bisa mengenal mahasiswa saya, saya akan mengapsen tolong namanya di dengarkan baik-baik" ucap Taufik lalu berdiri dan bersandar di mejanya untuk mengapsen mahasiswa...
Taufik mulai mengapsen satu persatu mahasiswanya dan memperhatikan setiap mahasiswa yang namanya ia sebut, ia tidak menyadari di dalam ruangan itu ada seorang gadis yang akhir-akhir ini membayangi pikirannya, hingga nama Alisa ia sebut "ALISA FIZAH KIRANA"... "ada pak" jawab Alisa, Taufik mengangkat kepalanya mencari mahasiswa yang namanya dia sebutkan... Taufik kembali menyebut nama Alisa karena tidak di temukan mahasiswa yang mengangkat tangan, "ALISA FIZAH KIRANA" Alisa kembali menjawab dan mengangkat tangannya, pada saat itu Taufik langsung mengenali wajah Alisa, kini kembali Taufik yang terdiam matanya tertuju kepada Alisa, "ya Allah.... ternyata dia mahasiswaku, nama yang cantik " gumam Taufik...
namun segera Taufik menyadari bahwa sekarang ia sedang mengajar, ia kemudian kembali fokus mengabsen nama mahasiswa sampai di nama terakhir dan selesai...
"alisa.... ya namanya mungkin Alisa" pikir Taufik lagi.
Taufik berbaik meletakan buku absen dan mulai menjelaskan materi kuliah yang ia bawakan, pandanganya selalu tertuju kepada Alisa yang dengan tenang mendengarkan ia menjelaskan walaupun ia sadar mahasiswa yang lain selalu memperhatikannya tapi beda dengan Alisa yang hanya fokus mendengarkan dan sesekali terlihat mencatat apa yang menurutnya penting...
"ternyata penglihatanku tadi tidak salah... " gumam Taufik lagi sembari melirik ke ara Alisa...
perasaan Taufik kini campur aduk, antara senang dan bingung, ia senang karena telah menemukan gadis yang akhir-akhir ini memenuhi pikiranya, namun ia bingung bagaimana dia bisa kenal lebih dekat dengan Alisa sementara Alisa adalah mahasiswanya...
sementara Alisa tidak menyadari kalau dosen yang mengajar di kelasnya saat ini adalah laki-laki yang memperhatikannya di restoran Tempo hari..
perkuliahan berjalan dengan lancar tanpa ada suara kegaduhan seperti biasanya, mungkin karena dosen mata yang mengajar saat ini adalah Taufik yang banyak di gemari mahasiswa dikalangan cewe-cewe....
hingga perkuliahan selesai Taufik Masi memikirkan cara agar bisa berkenalan lebih dekat dengan Alisa...
"dari wajahnya dia wanita yang sangat tenang, tidak mudah terpengaruh oleh lingkungannya" pikir Taufik lagi...