semakin penasaran...

1258 Words
kerumunan yang di sebabkan oleh fitrah dan Doni di parkiran kini ikut bubar setelah Alisa membawa kedua temanya itu memasuki ruang kuliah.. fitrah dan Doni tidak berani bersuara kini suasana tampak hening bahkan hanya hembusan napas dari keduanya yang kedengaran, fitrah sudah yakin pasti Alisa akan marah kepadanya "semoga Alisa gak tau kalau aku sama Doni tadi abis balapan di jalan" begitulah kira-kira harapan fitrah sekarang. sementara itu Doni yang duduk di belakang Alisa tampak diam membisu tidak berani untuk membuka mulutnya sekedar meminta maaf, Doni merasa malu pada Alisa karena terus bertengkar dengan fitrah sementara dirinya laki-laki "gara-gara tuh cewe gila pan gue jadi malu sama bidadariku, gimana Alisa mau deman Ama gue kalau di sampingnya ada tu cewe gila" gumam Doni sepekan mungkin matanya melirik ke arah fitrah, namun siapa sangka fitrah juga melirik ke arahnya tak kala tajam, keduanya adu pandang sampai suara Alisa menyadarkan mereka berdua "kenapa kalian berdua gak bersuara lagi?.. kenapa hanya pandang-pandangan gitu, kalian lagi gak bertengkar lewat jalur telepati kan?!" ucap Alisa menegur kedua temanya itu... fitrah dan Doni spontan berbalik menghadap Alisa, kini mereka berdua siap mendengar ceramah dari Alisa "kalian gak malu apa diliatin banyak orang gitu, gak bisa apa sehari saja Klian berdua gak ribut, malu tau di lihatin orang, lagian di kelas ini kalian berdua sudah terkenal sering ribut, mau terkenal sampai masuk tv?..lagian gak baik bertengkar terus kalian berdua kan bisa baikan, lagian saya heran qpasih yang menjadi bahan pertengkaran kalain berdua tiap hari?" sambung Alisa lagi... "sa..."... baru saja Doni bersuara Alisa sudah memotongnya "lagian kamu juga Don, ngapain sih tiap hari ribut sama fitrah, kamu gak malu ribut Ama cewe, kalain berdua itu udah persis kaya tikus dan kucing benaran loh... lama-lama kalian berdua ini jodoh" ucap Alisa lagi.... fitrah yang mendengar hal itu yang tadinya diam akhirnya bersuara "amit-amit jodoh gue dia" ucap fitrah sambil melirik ke arah Doni "siapa juga yang mau Ama Lo.. gak ada cowo yang bakalan dekatin Lo" balas Doni tidak terima. "kalain berdua udah mau ribut lagi?!" tanya Alisa dengan nada sarkas.. "dia yang mulai sa" jawab Doni sambil melirik ke arah fitrah.... "kalain berdua kalau Masi mau ribut, ribut saja, tapi aku mau pindah kursi dan kalain berdua gak boleh ikutin aku" ucap Alisa... fitrah yang mendengar Alisa berkata seperti itu segera bersuara "sa... jangan gitu dong.. nanti kalau lo pindah gue Ama siapa" ucap fitrah dengan nada sedihnya.. "ya udah.. gue minta maaf sa" sambung fitrah lagi "lah... fit kenapa minta maafnya ke aku, memangnya tadi aku yang ribut sama kamu?" tanya Alisa .. "sa... tapi dia duluan yang mulai sa.." jawab fitrah dengan sedikit merengek ke Alisa.. "pokoknya yang merasa dirinya bersalah harus minta maaf duluan" ucap Alisa ... Doni yang merasa bersalah akhirnya meminta maaf duluan ke fitrah, tapi fitrah belum menanggapinya juga, sampai akhirnya Alisa bersuara kembali... "udah fit... donikan udah minta maaf duluan, gak baik loh fit saling bermusuhan" ucap Alisa... "iya iya gue maafin" ucap fitrah dengan muka yang di tekuk... "nah.... gitukan bagus gak ada lagi keributan, besok sampai seterusnya aku gak mau lagi dengar kalin berdua ribut Mulu" ucap Alisa... "Don, buku aku yang aku pinjamin kemarin Lo bawakan ?" tanya Alisa ke Doni. "astaga mampus gue... buku Alisa kemarin gue taro dimana ya.." gumam Doni, dengan paniknya Doni membuka tasnya tapi tidak di temukannya buku Alisa... "Don kamu dengar aku kan?" tanya Alisa lagi... "iya sa.... tapi sa.. buku kamu kayanya ketinggalan di rumah gue deh soalnya semalm gue catat materi yang ada di buku Lo, tadi pagi lupa masukin ke tas." jawab Doni cengegesan dan hati-hati takut Alisa marah... "ya udah... besok jangan lupa bawa ya Don" ucap Alisa lagi... "iya sa.." Alisa tidak menjawab lagi ucapan Doni, kini ia fokus membuka buku bacaanya, baru saja Alisa mulai membaca dosen sudah masuk ke dalam kelas siap untuk memberikan materi dan menjelaskan, fitrah dari tadi tidak bersuara, dia takut Alisa menegurnya lagi, dan tidak mau berteman dengannya lagi, itulah pikiran konyol fitrah saat ini, padahal Alisa tidak sedikitpun berniat seperti itu kepada teman baiknya itu.. sementara itu Doni menopangkan satu tangannya ke dagunya, menatap lurus ke dapanya memandangi punggung Alisa. "Lisa.. Lisa... kamu tuh ya.. udah cantik, baik, lemah lembut kalau ngomong, gimana aku gak suka sama kamu" gumam Doni pelan sembari senyum-senyum sendiri.... sementara itu dosen pengajar sudah mulai menjelaskan sembari memperhatikan mahasiswanya, mata dosen kini tertuju ke arah Doni lagi... "Doni.... kamu dengar apa yang bapak jelaskan?!!" kini suasana kelas tampak hening, semua mata kini tertuju ke arah Doni.. namun Doni belum menyadari ia malah senyum-senyum sendiri entah apa yang ia pikirkan.. "Doni...." panggil bapak dosen itu lagi... fitrah yang melirik ke arah Doni lengsung memukul lengannya agar Doni sadar, tetapi Doni malah membesarkan suaranya "apaan si Lo..." ucap Doni "tuh bapak manggil Lo dari tadi... ngelamun Mulu Lo dari tadi" ucap fitrah.. Doni spontan menghadap ke depan "iya saya pak" ucap Doni dengan dengan hati-hati "kamu dari tadi bapak menjelaskan malah melamun senyum-senyum sendiri, kamu dengar apa yang bapak jelaskan tadi?!" "i-iya pak saya dengar" jawab Doni dengan takutnya, dia takut kalau dia mendapat kasus sama dengan yang di alaminya pada Bu intan. "sekali lagi kamu melamun saat bapak menjelaskan bapak keluarkan kamu dari kelas" "baik pak, saya tidak akan mengulangi lagi" ucap Doni... Alisa yang duduk tepat di hadapan Doni hanya bisa geleng-geleng kepala. pelajaran kembali di mulai, kini Doni berusaha mengumpulkan kefokusannya mendengarkan dosen menjelaskan. kuliah pertama pun selesai, kini semua mahasiswa menunggu dosen mata kuliah selanjutnya... *** sementara itu Taufik yang telah selesai mengajar hendak kembali ke ruangannya ia melewati ruang kelas Alisa, ketika melewati kelas Alisa matanya tanpa sengaja melihat Alisa, Taufik ingin berbalik melihat tapi di urungkannya, mengingat dia adalah seorang dosen muda yang sering menerima surat cinta Bahakan salam dari mahasiswi, tak jarang dalam sehari Taufik sering menemukan surat di atas mejanya tapi kadang ia membaca surat itu hanya tertawa lalu membuangnya.. "apa penglihatanku salah"... gumam Taufik, sambil berjalan pelan.."mungkin aku saja yang memikirkan gadis itu, makanya jadi terbawa-bawa" gumam Taufik lagi.. "tapi mukanya sama persis" pikir Taufik lagi. Taufik ingin berbalik sekedar sekedar memastikan bahwa apakah itu benar-benar gadis yang membuatnya penasaran itu, tetapi tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang, langkah Taufikpun terhenti. "pak Taufik".. panggil orang itu... dia adalah ibu Risna salah satu dosen di kampus itu, ibu Risna juga belum menikah, ibu Risna salah satu dosen yang menyukai pak Taufik di kampus itu. "eh ibu Risna..." jawab Taufik "ada apa ini Risna manggil saya?" tanya Taufik "ih.. pak Taufik ini.. kan aku udah bilang pak, manggilnya dek Risna aja biar kedengaran gimana gitu pak" ucap ibu Risna dengan genitnya... Taufik yang mendengar dan melihat ekspresi ibu Risna saat berbica langsung mundur menjauh, kini Taufik lupa dengan tujuannya yang ingin memastikan bahwa yang di liatnya tadi gadis ayu yang di pikirannya akhir-akhir ini... "maaf ya bu Risna saya harus kembali ke kantor, saya buru-buru ada urusan yang harus saya selesaikan sekarang" ucap Taufik dengan alasanya.. Taufik kemudian berjalan menuju ruangannya meninggalkan ibu Risna yang terus memperhatikannya... Taufik duduk di kursinya Masi setia memikirkan apa yang di lihatnya tadi "mungkinkah dia..?" Taufik bertanya tanya sendiri... sungguh Taufik di buat penasaran oleh gadis itu yang ternyata mahasiswanya sendiri tetapi belum di ketahui ya... "kenapa setelah bertemu gadis itu di restoran wajahnya selalu terbayang-bayang di otakku ya.." Taufik berbicara sendirinya, ia tiba-tiba mengingat sesuatu langsung mengambil kunci mobilnya, iya berpikir pasti gadis itu ada di restoran.. Taufik berjalan keluar dari ruangannya menuju parkiran dosen dimana mobilnya terparkir kan, ia melajukan kendaraannya itu menuju restoran dimana ia pertama kali melihat Alisa..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD