Pagi itu Arsenio menjemput Cantika untuk berangkat ke kantor bersamanya. Pemuda gagah tinggi semampai bermata cokelat teduh itu melingkarkan lengannya ke bahu Cantika sembari keluar dari lift menuju ke ruang kantornya. "Selamat pagi!" sapa Cantika ke para anak buahnya yang telah stand by di kubikel masing-masing untuk mulai pekerjaan hari ini. Langkahnya ringan dan pasti di atas stiletto 12 cm warna putih yang juga hadiah lamaran dari pria di sampingnya. "Pagiii, Bu Tika!" sahut para bawahan wanita tersebut kompak serentak. Namun, ketika Cantika dan Arsenio masuk ke dalam ruang kerja presdir, segera para karyawati di lantai itu bergerombol untuk mulai bergosip. "Astaga, gile bener ... tuh perawan tua kok bisa ngegaet berondong ganteng sih!" ucap Cindy bersedekap dengan ekspresi tidak s

