"Wahh ... siapa peri yang menyulap apartmentku jadi seindah ini, Sen?" Cantika terkesima saat memasuki unit miliknya. Setengah hari dia meninggalkan tempat itu untuk acara pernikahan sederhananya dengan Arsenio. Kini saat kembali, bunga-bunga segar yang wangi dan indah tersebar di vas-vas yang diletakkan tersebar di dalam ruangan tersebut. Lilin-lilin aromaterapi masih belum dinyalakan terapung di wadah-wadah kaca berisi air warna ungu, biru, pink. Sebelum memulai malam panjang nan b*******h bersama Cantika, dia menyalakan lilin-lilin wangi itu satu per satu. "Apa kamu suka dengan dekorasi untuk sarang bercinta kita malam pertama ini, Cintaku?" tanya Arsenio. Di sisinya Cantika mengikuti sembari tertawa riang memuji dekorasi indah kamar pengantin mereka. "Surprise kamu so sweet banget

