Bab 16 – Pangeran Mencari Jodoh

1217 Words
Hari yang telah lama dinantikan para karyawan Kokoh Bersatu Engineering akhirnya tiba. Hari ulang tahun perusahaan tempat mereka mengais rezeki itu berulang tahun yang ke 30 tahun. Sudah sejak beberapa minggu lalu beberapa karyawan berlatih akting, menari, dan menyanyi agar dapat menampilkan kemampuan mereka separipurna mungkin saat acara berlangsung. Acara ulang tahun itu dilangsungkan di ballroom salah satu hotel bintang empat di bilangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Sejak pagi Melinda dan tim *HR&GA selaku panitia acara sudah sibuk mendekor ballroom hotel dengan dekor balon dan bunga warna warni agar terkesan ceria. (*HR&GA = Human Resources and General Affair). Melinda juga memastikan agar pihak katering hotel mempersiapkan kue ulang tahun dan makan malam bagi para petinggi dan karyawan KBE dengan sangat baik. Pukul setengah 7 malam, para karyawan KBE tampak sudah tiba di area ballroom hotel. Setelah jam kerja berakhir, mereka segera melaju menuju lokasi acara. Para karyawan yang akan menampilkan bakatnya segera mengganti pakaian dengan kostum yang akan mereka bawakan di atas panggung. Tepat pukul 7 malam acara resmi dimulai. Mereka menikmati hidangan makan malam seraya menikmati penampilan dari para rekan kerja mereka. Nicky dan sembilan orang rekannya menampilkan drama Pangeran Mencari Jodoh. Dikisahkan Raja Nanu dan Ratu Karlina mencarikan jodoh untuk putra mereka, Pangeran Michael. Pangeran Michael diperkenalkan dengan Putri Leona, Putri Denisa, dan Putri Raisa dari kerajaan seberang, tetapi, Pangeran Michael tidak tertarik pada ketiga putri itu karena ketiganya hanya mengincar kekayaannya saja. Suatu hari, Pangeran Michael bersama pengawalnya, Budi dan Didi, pergi berburu rusa di hutan, tetapi, ia mengalami kecelakaan. Nicky yang sedang mencari kayu bakar di hutan pun segera menolong Pangeran Michael dengan membantunya membersihkan luka dan mengobati lukanya. Pangeran Michael tidak membuka identitasnya pada Nicky dan mengatakan bahwa dua orang pria yang bersamanya itu adalah pamannya dan temannya. Ia ingin menguji Nicky apakah kebaikan Nicky itu tulus atau tidak. Melihat ketulusan dan kebaikan gadis itu, Pangeran Michael pun jatuh cinta pada Nicky walaupun Nicky hanyalah rakyat biasa dan bukan keturunan kerajaan seperti ketiga putri yang diperkenalkan padanya. “Oh, Putri, kaulah yang aku cari selama ini. Sudi kah kiranya engkau menjadi Permaisuriku?” ujar Michael seraya berlutut di hadapan Nicky setelah Pangeran mengungkapkan identitasnya. “Tentu, Pangeran. Dengan senang hati aku bersedia menjadi permaisurimu,” ujar Nicky seraya menerima uluran tangan Michael. Michael bangkit dari posisi berlututnya dan memeluk Nicky. Para penonton pun bersorak-sorai melihat adegan mesra itu. “Wah, si Nicky dapet berondong!” ujar Ghea diiringi tawa rekan-rekannya. Diam-diam Melinda memandangi Harfandi yang juga tampak tertawa atas ucapan sekretarisnya itu. Harfandi yang menyadari seseorang sedang memandanginya pun mengalihkan pandangannya dari atas panggung untuk menatap orang yang memandanginya. Tatapan Melinda dan Harfandi bertemu. Harfandi pun menunjukkan seringainya pada Melinda. Setelah menikmati penampilan dari tim drama Pangeran Mencari Jodoh, Harfandi dipersilakan oleh Tyo yang didapuk sebagai Master of Ceremony, untuk naik ke atas panggung. “Oke, terima kasih Kak Nicky, Mbak Fatin, Leona, Denisa, Mbak Raisa, Michael, Ibu Karlina, Pak Nanu, Pak Budi, dan Mas Didi atas drama fenomenalnya,” ujar Tyo diiringi tepuk tangan penonton. “Untuk selanjutnya kita akan menikmati suara merdu bapak CFO kita, Harfandi Anggito!” lanjutnya. “Wow!” seru para karyawan yang tidak menyangka Harfandi yang begitu pendiam dan tampak sangat dingin rupanya mau memberikan sumbangan suara pada acara pesta mereka malam hari itu. Harfandi naik ke atas panggung. Tyo pun memberikan microphone pada Harfandi. Harfandi meminta band untuk memainkan lagu Nothing’s Gonna Change My Love For You karya Gerry Goffin dan Michael Masser yang dipopulerkan oleh George Benson. “Selamat malam, teman-teman semua,” ujar Harfandi melalui microphone. “Malam,” balas para karyawan KBE. “Malam, bos ganteng!” balas Nanu yang mengundang tawa rekan-rekan kerjanya. Nanu, Paulus, Tirta, dan Reihan memang sering menggoda Harfandi karena CFO mereka itu sangat terkenal di kalangan para karyawan wanita tetapi, seringkali bersikap dingin. Namun, Harfandi tidak merasa risih dengan kelakuan para rekan kerjanya itu karena sudah sering ia menjadi idola gadis-gadis di kampus dan kantornya. “Malam ini saya akan menyanyikan lagu Nothing’s Gonna Change My Love For You,” ujar Harfandi lagi sebelum memulai aksinya yang kembali mendapatkan sorak-sorai dari para rekan kerjanya. “Lagu ini saya persembahkan untuk Melinda.” “Wah, spesial amat si Melinda,” celetuk Paulus, IT Manager. “Melinda meminta saya untuk tampil mengisi acara ulang tahun KBE dan request lagu ini. So, this is for you, Melinda,” lanjut Harfandi sebelum menyanyikan lagu tersebut. “Request-an lagu lu tua amat, Mel,” ujar Karlina pada Melinda saat band mulai memainkan musik. “Iya, nih, lagu-lagunya anak gen z dong. Di sini kan banyak anak baru yang masih piyik-piyik,” timpal Fatin. “Ini lagu favorit aku. Dulu Abi nyanyiin lagu ini untuk aku di resepsi pernikahan kami,” balas Melinda yang membuat rekan-rekannya itu paham mengapa lagu tersebut sangat berarti baginya. Para karyawan KBE ikut mendendangkan lagu yang sedang dibawakan oleh Harfandi. Selama bernyanyi di atas panggung, pandangan Harfandi tak lepas dari Melinda yang tersenyum padanya. “Duh, si pak Harfandi, udah ganteng, suara bagus, lagu yang dibawain romantis pula. Kalau cewek-cewek gak jatuh cinta sama penampilannya, perlu diragukan kewanitaannya,” ujar Raisa. “Tapi, doi kok masih single aja sih sampai sekarang?” ujar Fatin. “Lah, bos kita kan bermasa depan cerah. Udah pasti dia milih cewek yang terbaik buat dijadiin istri. Dan cari yang terbaik kan harus hati-hati. Jangan sampai salah pilih,” balas Karlina. “Iya, Mbak. Bener. Cewek mana yang gak mau?” timpal Fatin. Setelah Harfandi mengakhiri penampilannya, ia mendapatkan tepuk tangan dan sorak-sorai meriah dari para karyawan KBE. Mereka meminta Harfandi untuk menyanyikan satu lagu lagi. Karena sedang dalam kondisi mood yang baik, Harfandi pun mengiyakan permintaan para rekan kerjanya itu. “Oke, saya akan menyanyikan satu lagu lagi. Melinda, kamu mau request lagu apa lagi?” ujar Harfandi bertanya pada Melinda yang tentu saja mengundang tanya di benak para rekan kerja mereka. “Wah, Melinda menang banyak, nih!” celetuk Tirta. “Kali ini biar Nicky yang menentukan,” ujar Melinda agar semua orang tidak membencinya karena mendapatkan perlakuan istimewa dari sang CFO sekaligus mengakrabkan Harfandi dengan sahabatnya itu. “Lah? Gue?” ujar Nicky yang terkejut tiba-tiba saja namanya disebut. “Lo mau request lagu apa, Nick?” tanya Melinda. “Eh, lagu apa, ya?” ujar Nicky yang malah balik bertanya karena sedari tadi ia tidak menaruh konsentrasi pada apa yang baru saja terjadi karena ia sibuk menyantap hidangan makan malamnya. “Lagu favorit lo aja, Nick,” ujar Karlina. Nicky tampak berpikir sejenak. Ia sedang memilih satu judul lagu dari sekian banyak lagu favoritnya. “Kalau boleh, saya request The End of The Road yang dinyanyiin Boyz II Men, ya, Pak,” ujarnya pada Harfandi. “Ok, this one’s for you!” ujar Harfandi seraya menunjukkan seringainya pada Nicky. Semua orang tampak bersorak-sorai karena ucapan manis dari Harfandi untuk Nicky, sedangkan Nicky tampak ternganga mendapati Harfandi yang tersenyum padanya. Walaupun Nicky yang memintanya, bukan Melinda, Harfandi tetap menyanyikan lagu The End of The Road yang ditulis oleh Kenneth Brian Edmonds (Babyface), Antonio L.A. Reid, dan Daryl Simmons, dengan sangat baik. Ia harus selalu tampil dengan penampilan yang paripurna agar Melinda tertarik padanya. Namun, nyatanya bukan Melinda yang jatuh cinta padanya, tetapi, justru seorang gadis yang memintanya menyanyikan lagu itu yang diam-diam menyimpan perasaan padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD