Terpampang amarah yang memuncak ketika Dion sedang menatap diri ke dalam cermin. Dia menundukkan kepala melihat sisa kaca sebuah gelas, di sana Dion telah membanting nya dengan keras. Ini semua atas kebencian akan perasaan yang ada, dan entah mengapa Dion harus merasa terluka parah. "Kenapa sih kamu … Enggak bisa lepas dari … Laki-laki macam Frey? Gila, ini benar-benar gila!" Dion memaki, sambil menunjuk wajahnya sendiri. Setelah merasa puas akan kemarahan yang gila, Dion mendadak ingin segera tidur. Lelah, batinnya terkuras emosi. "Udah bagus Frey itu enyah, ini malah muncul lagi." Segera Dion membenahi kaca yang tercecer, dia tidak ingin Yoda terkena dampak dari perbuatannya yang kurang masuk akal. "Ini gara-gara Frey sialan, tapi kalau dipikir dia emang enggak salah. Aku nya aja yang

