Setelah apa yang Musa katakan, membuat Dion merasa terusik akan perasaan. Yarel. Pria yang sebenarnya ingin Dion musnahkan dari ingatan dan kenangan, hanya saja tidaklah sanggup. Dia hanya memendam lebih dalam. Namun, keadaan selalu mengingatkan hal itu. Seperti malam sebelumnya, saat Musa tiba-tiba saja menyinggung soal Yarel. "Aku minta maaf," Musa masih saja mengekor di belakang Dion saat sibuk memasak. "Kan … Aku enggak sengaja juga!" Tidak ada jawaban, Musa tahu jika Dion murka dan ingin sekali menghantam wajahnya. Tetapi, menahan sesuatu dan Musa tidak sanggup melihat perlakuan Dion yang tidak mempedulikannya lagi sejak dua hari lalu. "Udahlah! Kita baikan," Musa mengganggu tangan Dion saat akan mengupas bawang. "Jangan kayak anak kecil, masa sih marahan gini?" Dion langsung memu

