Hari ini Alya kembali kesekolah, tetapi ia tidak seceria seperti biasanya, karena mamahnya masih dirawat dirumah sakit.
Sudah seminggu lamanya ia sekolah disini. saat Alya tengah berjalan menelusuri koridor sekolah, ia sangat risih dengan tatapan yang diberikan oleh siswi-siswi disekolah ini, tetapi Alya selalu menghiraukan tatapan itu.
Alya berjalan sambil menunduk sampai akhirnya ia berada didepan kelas, Alya berjalan lalu menduduki kursi dan mengambil novel favorite miliknya.
Bukan Alya namanya kalau tidak membawa novel kemana-mana. Menurutku, Novel itu sebuah kehidupan yang sangat enak. ia selalu berandai-andai bisa seperti mereka,hidup didalam dunia Novel yang sangat indah.
Saat alya tengah asyik membaca novel,Tiba-tiba novelnya diambil entah sama siapa.
"Ish balikin ga novel gu..." ucapku terhenti saat Kak Rizky berada didepan nya dengan menggengam novel milik Alya.
"Maaf kak. itu novel alya"
" Mau novel ini kembali? ikut gue sekarang" ucapnya lalu menarik tangannya dengan halus. akhirnya dengan pasrah Alya mengikuti kemana rizky pergi tanpa memperdulikan tatapan sinis dari siswi disekolah ini.
"Kak jangan gandeng dong" ucap Alya
"Gapapa, anggep aja disini hanya kita berdua, yang lain setan" ucapnya dan disitu Alya hanya terkekeh dengan jawaban konyolnya.
Dan disini lah mereka berdua, diroof sekolah. Rizky masih menggengam tangannya dengan lembut. dan membuat perasaa alya semakin tak karuan saat ini, rasanya ia hanya ingin pergi dan tenggelam didalam kali kalau bisa.
"Alya"
" Iya kak..."
"Alya mau gak jadi pacar gue"
Deg
" Aku di tembak kak Rizky?" tanya Alya dengan wajah polosnya dan Rizky hanya tersenyum dan mengangguk.
"iyaa.. kamu mau gak? Mungkin ini terlalu cepat buat kamu, tapi aku gak bisa nahan perasaan aku lagi. kalau kamu gak mau gapapa, aku tidak memaksa. kita bisa jadi teman " ucap Kak Rizky sangat tulus, Alya menatap matanya yang sangat berharap menjawab IYA. sedangkan Alya masih trauma pacaran
"Maaf kak.. Gue gak bisa nerima kakak saat ini , Gue belum siap " ucap Alya sambil menunduk, ia tahu kak rizky sangat kecewa dengan dirinya. Tetapi ia tidak bisa memaksakan hati.
Apakah setiap orang sayang itu harus dengan pacaran? Menurut Alya siklusnya sama saja selalu berputar. Dari dekat-pacaran-jenuh/bosen-putus-gak kenal. ia gakmau hal itu terjadi dengan Alya.
Rizky tersenyum dan mengelus tangan Alya dengan lembut " Gapapa ya, Aku ngerti kok.. Tapi aku masih boleh kan jadi temanmu"
Alya benar-benar terkejut dengan jawbannya, karena ia tak menyangka kalau kak Rizky sangat sabar dengan keadaan seperti ini.
"iya kak.. kita masih temenan " ucap Alya sambil memberikannya senyuman terbaiknya.
Tiba-tiba Kak Rizky mengacak rambutku dan terkekeh " udah gausah enak hati gitu sama gue, yukk kekelas gue anterin" ucap Rizky yang langsung menggandeng tangan Alya tanpa menunggu persetujuanya.
"Ini anak aneh bangetdeh"gumam Alya
Saat gue sampai depan kelas, gue melepaskan genggaman itu " makasih ya kak udah mau anterin alya sampai depan kelas"
"gapapa cantik" ucapnya sambil mencubit pipinya yang sedikit chubby " udah gausah gak enakan gitu sama gue. kalau ada apa-apa bilang sama gue, gue bakalan selalu ada buat alya" ucap Rizky sambil tersenyum dan pergi dari kelas Alya.
****
Kringgg...Kring..
Bel istirahat sudah berbunyi, Alya dan Lily tengah mencari-cari kursi yang kosong tetapi hasilnya nihil
"Gimana dong, mana gue laper banget ya" ucap lily
"Sabar ya, gue juga laper ini. Orang- orang kenapa lama banget kalo pada makan heran gue" ucap Alya yang sterheran-heran dengan kebiasaan buruk ini. ia terus mencari kursi yang kosong.
Tak disangka, Rizky datang kearah Alya dan Lily
"Kalian gak dapet tempat"
"iya nih kak" ucap lily
"yaudah gabung aja sama gue" ajaknya
tetapi Alya menolaknya " euuggg,,, gausah kak"
"udah ya, daripada kita gak makan. Lu juga mau kan. udah kak rizky tarik aja Alya,alya emang gitu anaknya gak enakan " ucap lily yang membuat Alya membulatkan mata
sebelum gue menjawab ucapan lily,gue sudah di tarik oleh rizky dan dibawa di mejanya bersama kedua temannya.
"haloo alya, halo lily" ucap mereka berdua dan Alya hanya memberikan senyuman yang tipis
"Seperti biasa, melihat alya tersenyum itu membuat napsu makan abang jadi bagus" ucap Eddie dan ia mendapatkan tatapan tajam dari Rizky
Akhirnya, mereka berlima menyantap makanan dengan nyaman. melihat mereka bertiga, Alya menjadi teringat oleh abang kembarnya yang saat ini kuliah di luar kota yaitu bang Kevin Adrian dan Kelvin Adrian. Mereka tengah berkuliah di daerah bandung mengambil jurusan Teknik
Setelah selesai makan, Alya dan lily langsung pergi dari kantin. ia merasa tak enak makan bersama cowok-cowok Hits di SMA 16. Karena akan membuat para Cewek mendadak tidak menyukainya terutama Dinda yang berstatus sebagai fans fanatic Kak Rizky
Dinda merupakan Cewek yang sangat menyukai Rizky. Menurut siswi disini, Genk nya dinda itu selalu menbuat cara agar mangsanya tak berani menghadapinya. mungkin saat ini gue bakalan jadi incaran Dinda. Karena gue tadi melihat dinda tengah mengawasi Alya dari jauh.
Setelah Alya dan Lily keluar dari Toilet, ia melihat Genk Dinda yang sudah menatap gue sangat tajam. Dan ia hanya menundukkan kepala
"Lo tau gak kesalahan lo apa" ucap Dinda
"apa kak?"
" Lo udah deketin pacar gue, Rizky pacar gue. dan lo? Lo itu cuman anak baru yang tak tau apa-apa" ucapnya sambil menujuk Alya
"Maaf.." hanya itu yang bisa Alya ucapkan
" Awas ya lo kalau lu deketin cowok gue lagi. cabut guys " ucapnya dan Dinda pergi bersama babu-babunya
"jangan dengerin kata dinda ya ya, Dinda itu bukan pacar Rizky" ucap Lily yang menenangkan Alya. Dan ia hanya menghelakan nafas dengan kasar
**
Kringggg.. kringgg..
Bel pulang sekolah pun berbunyi, Gue dan lily tengah berjalan kearah gerbang sekolah, bersama dengan siswa dan siswi SMA 16 yang lainnya
Tak disangka, pada saat gue dan Lily sampai di gerbang sekolah ia di cegat oleh Rizky dan kawan-kawannya
"Pulang sama gue" ucapnya lalu menarik tangan Alya.
" Ly, aku duluan "ucapnya dan Lily mengacungkan jempolnya
selama dijalan, keheningan yang menyelimuti mereka berdua. dan akhirnya Rizky membuka suara.
"kok kamu diem ya?" ucap Rizky
" aku cuman heran aja, kakak kenapa masih aja mau nganter jemput aku. aku cuman temen kakak" ucap Alya.
"aku mau lindungin kamu ya, emangnya gak boleh?" ucapnya
"eugg... gimana ya"
"aku anggap itu boleh. Bilang boleh aja malu-malu. lucu kamu" ucap Kak rizy sambil terkekeh
Tak lama kemudian, sampailah mereka berdua didepan rumah Alya. ia membuka pintu mobil dan berkata "kak rizky mau mampir?" Tanya alya.
"gausah ya gapapa.Gue mau nongkrong sama teman-teman" ucapnya sambil tersenyum dan Alya hanya ber oh ria
setelah melihat mobil Rizky yang sudah menjauh dari pandanganku, Alya masuk kedalam rumah, disambut ramah oleh satpam rumah.
"non alya kok pacarnya gak disuruh masuk"
" duh pak, itu temen alya bukan pacar"
"kalau jadiin pacar juga gapapa non, bapak setuju"ucap pak ujang dan alya hanya menggelengkan kepala.
***
saat ini, Alya dan Papahnya berada dirumah sakit untuk menjemput mamah dan itu membuat Alya sangat bahagia.
"barangnya udah di rapihin semua ya" ucap papah dan Alya menganggukkan kepala
"yuk kita pulang, mamah kangen rumah" ucap mamah dan Alya menggandeng mamah dan papah membawakan barang-barang mamah.
saat mereka bertiga sampai di lobby rumah sakit, Alya meminta izin sebentar untuk membeli onigiri favoritenya. setelah membeli, ia menyusul papa dan mamah yang saat ini sudah berada di dalam mobil
"udah beli ya?" ucap mamah dan Alya mengangguk
roda mobil papah melaju mulus menuju rumah, Alya sangat senang mamah pulang kerumah .