Bab 8

1082 Words

Gentala sampai di rumah sakit, terlihat Rosiana sedang tidur. Ia kemudian duduk di sofa berbincang dengan ibu Rosiana sedangkan ayah Rosiana tidak ada di ruangan. Gentala menyerahkan makanan yang ia beli pada ibunya Rosiana. “Duh, Nak Genta, terima kasih. Kok, repot-repot beli ini.” “Nggak apa-apa, Bu. Sekalian tadi saya lewat. Di makan, Bu. Semoga suka,” ucap Gentala sopan. “Iya, nanti Ibu makan sama Bapak.” Arumi meletakkan bungkusan makanan itu di atas meja. Gentala melihat Rosiana yang memejamkan mata. Arumi pun melihat hal yang sama. “Setelah donor dia memang terlihat lebih baik, tapi tidak bertahan lama. Sepanjang hidupnya ia harus transfusi darah, minum obat juga dan terapi lainnya. Dokter bilang satu-satunya cara agar sembuh adalah dengan transplantasi sumsum tulang belak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD